Kamis, 09 JANUARI 2025 • 16:17 WIB

Pesona Desa Penglipuran: Harmoni Tradisi dan Keindahan di Bali Timur

Author

Desa Penglipuran, desa wisata dengan kelas internasional.

INDOZONE.ID - Bali sudah terkenal dengan daya tarik wisata dan budaya. Salah satu destinasi yang wajib masuk daftar kunjungan adalah Desa Penglipuran, sebuah desa adat yang menawarkan keunikan berbeda dibandingkan dengan tempat lain di Pulau Dewata.

Terletak di dataran tinggi Kabupaten Bangli, desa ini terkenal karena kebersihannya, kelestarian budayanya, dan suasana yang memancarkan keaslian budaya Bali.

Sejarah Penglipuran

Desa Penglipuran diperkirakan telah ada sejak 700 tahun lalu, pada masa Kerajaan Bangli abad ke-14 Masehi.

Nama "Penglipuran" sendiri memiliki dua versi makna. Pertama, berasal dari kata pengeling (mengingat) dan pura (tanah leluhur), yang menggambarkan penghormatan terhadap tanah leluhur.

Desa Penglipuran di Bali

Versi lainnya mengartikan Penglipuran sebagai "pelipur lara," tempat yang memberi ketenangan saat duka.

Baca Juga: 4 Desa Wisata Indonesia yang Mendunia: Warisan Budaya hingga Alam Memukau

Keunikan Desa

Memasuki Desa Penglipuran, pengunjung langsung disambut oleh deretan rumah adat yang rapi dan taman-taman indah. Jalan desa membentang dari gerbang utama hingga ke pura setempat.

Tata letak ini menggambarkan harmoni dan nilai tradisional masyarakat Bali yang terus dijaga hingga kini.

Desa Penglipuran, Bali

Setiap rumah adat di desa ini masih dihuni oleh penduduk setempat. Pengunjung dapat melihat langsung aktivitas sehari-hari warga yang tetap berpegang pada tradisi, sekaligus berkesempatan membeli barang dan makanan khas yang dijual di area rumah.

Baca Juga: Wae Rebo, Desa Adat Eksotis di NTT yang Dijuluki “Kampung di Atas Awan”

Aktivitas dan Fasilitas Wisata

Bukan sekadar melihat-lihat, Desa Penglipuran juga menawarkan berbagai pengalaman menarik. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain:

  • Membuat gebogan dan canang sari
  • Belajar menari Bali
  • Memasak makanan khas Bali
  • Membuat anyaman atau lukisan bambu
  • Wisata malam di pasar Penglipuran

Bagi yang ingin menikmati suasana desa lebih lama, tersedia homestay yang nyaman, termasuk kafe bambu dengan suasana khas pedesaan.

Tiket Masuk yang Terjangkau

Untuk masuk ke desa ini, wisatawan domestik hanya perlu membayar Rp25.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak.

Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak.

Pengakuan Dunia

Dengan segala keunikannya, Desa Penglipuran berhasil meraih penghargaan "Best Tourism Village 2023" dari World Tourism Organization (UNWTO).

Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi desa ini sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung, Indonesia.go.id, Penglipuran.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU