Rabu, 21 AGUSTUS 2024 • 11:26 WIB

Rekomendasi 3 Wisata Benteng yang Cocok Kamu Kunjungi, Saksi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan!

Author

Benteng Vredeburg. (kebudayaan.jogjakota.go.id)

INDOZONE.ID - Bulan Agustus jadi bulan yang dinanti-nanti rakyat Indonesia karena merupakan hari Kemerdekaan. Hari dimana jadi saksi bahwa bangsa ini lepas dari belenggu kolonialisme negara luar.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenang dan mengingat jasa pahlawan di hari kemerdekaan ini. Ada yang ikut berpartisipasi ikut upacara, menonton upacara kemerdekaan istana, menonton film perjuangan dan bisa juga dengan datang ke tempat saksi perjuangan kemerdekaan.

Salah satu tempat yang menjadi destinasi pilihan adalah benteng. Bangunan sebagai pertahanan ini kerap dijadikan tujuan liburan. Selain untuk sekedar liburan, benteng juga menyimpan sejarah sejarah perjuangan bangsa ini di masa lampau.

Berikut ini adalah tiga wisata benteng yang cocok kamu kunjungi di hari kemerdekaan ini:

Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg. (Instagram/a.sriwijayanti)

Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan masa kolonial Belanda yang terletak di Kedung Lumbu, kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balai Kota Surakarta) di kawasan Gladak.

Benteng Vastenburg merupakan salah satu benteng bersejarah di Solo yang dibangun pada abad ke-17. Pada awalnya, benteng ini dinamakan Grootmoedigheid dan di tahun 1750 namanya berubah menjadi Benteng Vastenburg yang dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Baron van Imhoff.

Benteng Vastenburg ini berbentuk bujur sangkar dengan dinding benteng setinggi enam meter. Dilengkapi Bastion atau ruangan kotak di setiap sudut benteng.

Terdapat parit yang dalam mengelilingi bangunan benteng dengan jembatan gantungnya.Terdapat dua akses masuk benteng yakni dari pintu timur dan barat. Di dalam Benteng terdapat lapangan yang luas yang dulunya digunakan untuk apel dan persiapan pasukan.

Sedangkan bangunan di dalam benteng dipetak-petak untuk rumah tinggal para prajurit dan keluarganya. Namun bangunan di dalam benteng telah diratakan dengan tanah, kini yang tersisa tinggal tembok benteng.

Selain itu, ada pula sekitar tujuh bangunan asrama yang mengelilingi benteng dan digunakan sebagai rumah tinggal para perwira.

Memasuki akhir abad ke-20, Benteng Vastenburg sempat terbengkalai dan berada di tengah konflik kepemilikan. Hingga akhirnya kepemimpinan Joko Widodo, pada tahun 2010, benteng ini akhirnya ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya dan dilakukan restorasi untuk memperbaiki bangunannya.

Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg. (kebudayaan.jogjakota.go.id)

Kota Jogja menjadi destinasi wisata masyarakat luar kota dengan slogan Jogja Istimewa nya. Tempat yang tidak terlupakan jika mendengar Jogja pastinya adalah Malioboro.

Namun di Malioboro bukan hanya ada toko-toko saja, ada juga bangunan jaman dahulu yang masih berdiri hingga saat ini, salah satunya Benteng Vredeburg.

Benteng Vredeburg merupakan salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di Yogyakarta semenjak pemerintah kolonial Belanda masuk ke Yogyakarta.

BACA JUGA: Penampilan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Terbaru

Benteng Vredeburg merupakan bangunan benteng pertahanan yang terletak di seberang Gedung Agung dan Istana Kerajaan Yogyakarta (yang juga memiliki tempat tersebut). Sekarang benteng ini juga menjadi museum. Pada beberapa bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama sejarah Indonesia.

Berdirinya benteng Vredeburg di Yogyakarta tidak lepas dari lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Kraton Kasultanan Yogyakarta pertama dibangun pada tanggal 9 Oktober 1755.

Setelah kraton mulai ditempati kemudian dibangun bangunan pendukung lainnya seperti Pasar Gedhe, Masjid, alun-alun dan bangunan pelengkap lainnya. Sultan pun memerintahkan untuk membangun benteng untuk menjaga keamanan keraton.

Biaya masuk Benteng Vredeburg sebesar Rp 3.000/orang dengan jam buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.

Benteng Van Den Bosch

Benteng Van Den Bosch. (Ngawikab.go.id)

Benteng Van den Bosch juga disebut Benteng Pendem ini terletak di Jl. Untung Suropati No. II, Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Bangunan berukuran 165 meter x 80 meter ini dibangun di atas lahan seluas 15 ha. Lokasinya mudah dijangkau yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi +/- 1,5 Km arah timur laut.

Benteng ini terletak sangat strategis karena berada di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dibangun lebih rendah dari daerah sekitarnya, maka julukan lokal Benteng Pendem atau “benteng cekung”. Benteng multi-lantai berisi ratusan kamar untuk penggunaan militer.

Di dalam benteng terdapat makam Kyai Haji Muhammad Nursalim, salah satu pengikut Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda. Legenda setempat menyebut Nursalim Muhammad sebagai orang pertama yang menyebarkan agama Islam di Ngawi. Ia konon memiliki kesaktian yang kebal terhadap tembakan, sehingga Belanda memutuskan untuk menguburnya hidup-hidup.

Pembangunan Benteng Van Den Bosch ini didasari karena Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun kala itu merupakan jalur perdagangan strategis, perahu perahu besar dari Solo membawa rempah-rempah dan hasil bumi melewati jalur sungai ini untuk menuju Gresik, demikian juga Madiun-Ngawi dengan tujuan yang sama.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU