INDOZONE.ID - Di tengah pesona alam Maluku yang memukau, terdapat sebuah peninggalan sejarah yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yaitu Benteng Belgica.
Terletak di Pulau Banda Neira, benteng ini merupakan saksi bisu dari masa kejayaan kolonial Belanda di Nusantara. Benteng Belgica dibangun pada abad ke-17, tepatnya pada tahun 1611, oleh Gubernur Jenderal VOC Pieter Both, sebagai bentuk pertahanan terhadap serangan dari luar.
Benteng Belgica didirikan di atas bukit Tabaleku, memberikan pemandangan strategis, meliputi seluruh Pulau Banda Neira dan laut sekitarnya.
Benteng ini berbentuk pentagon, dengan lima bastion (menara pertahanan) di setiap sudutnya, yang membuatnya terlihat megah dan kokoh.
Struktur bangunannya yang unik dan tahan lama, menjadikan Benteng Belgica sebagai salah satu benteng terkuat pada masanya.
Selain sebagai tempat pertahanan, Benteng Belgica juga berperan penting dalam sejarah perdagangan rempah-rempah dunia.
Pulau Banda terkenal dengan produksi pala dan fuli yang menjadi komoditas berharga di Eropa. Benteng ini menjadi pusat aktivitas perdagangan sekaligus pengendalian ekonomi oleh Belanda terhadap masyarakat setempat.
Baca Juga: Spill Budget ke Banda Neira di Maluku Tengah, Gak Sampai 10 Juta?
Benteng Belgica mendapat perhatian media atas upaya revitalisasinya. Tujuannya untuk melestarikan situs bersejarah ini sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Banda Neira.
Proyek revitalisasi tersebut meliputi restorasi struktur bangunan, penyediaan fasilitas wisata dan pembuatan kursus edukasi yang menjelaskan sejarah dan peran penting Benteng Belgica.
Sejak dimulainya proyek ini, jumlah wisatawan yang mengunjungi Benteng Belgica meningkat secara signifikan. Wisatawan datang tidak hanya untuk menikmati keindahan arsitektur dan pemandangan, tetapi juga untuk belajar tentang sejarah Nusantara.
Selain itu, berbagai kegiatan pendidikan diadakan secara rutin, termasuk tur berpemandu, pameran sejarah, dan lokakarya arkeologi.
Melalui revitalisasi dan berbagai program edukasi, Benteng Belgica tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga pusat pembelajaran sejarah yang penting bagi generasi muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@___astinn