INDOZONE.ID - Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi populer dengan keindahan dan pesonannya. Bagaimana tidak air berwarna biru dan terdapat mitos danau bercahaya saat bulan purnama.
Danau Kaco berlokasi di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kerinci. Destinasi ini masih masuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan situs warisan UNESCO.
Seperti yang dikatakan Panji, warga Kerinci kepada Z Creators. Danau Kaco termasuk lokasi wisata populer bagik wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Danau ini kerap menjadi list pelancong setelah Gunung Berapi Kerinci.
"Banyak turis yang pergi mendaki Gunung Kerinci, memasukkan Danau Kaco jadi tujuannya. Karena keindahan danau yang menawan dan juga menyimpan misteri," kata Panji, Selasa (25/7/2023).
Misalnya, jika pagi atau siang hari air di Danau Kaco terlihat bening, berwarna bru. Namun kalau sudah malam terutama bulan purnama, konon danau ini bakal bercahaya.
"Mitosnya, danau akan bersinar jika malam hari apalagi bulan purnama. Ceritanya ada perhiasan dan batu mulia yang ditenggelamkan Raja Gagak untuk putrinya," sebut Panji.
Hal menarik lainnya kedalaman pasti Danau Kaco yang belum diketahui. Disebut danau yang berada di ketinggian 1.289 mdpl itu terdapat palung dalam.
"Kalau dilihat kita pasti mengira danaunya dangkal, tetapi kedalamannya puluhan meter. Disebut ada palung dalam di dasar danau, jadi enggak sembarangan orang yang mau menyelam," kata Panji.
Hal menarik lainnya danau juga sangat dingin, sebab berada di ketinggian 1.289 mdpl. Apalagi kalau berenang di air bening itu bakal tampak banyak ikan. Jadi tidak banyak orang yang bisa bertahan berlama-lama di dalam danau saking dinginnya.
Namun sama seperti tempat wisata alam lainnya, pengunjung harus menghormati adat atau kepercayaan setempat.
"Kalau pantangan khusus tidak ada, sama lah seperti tempat wisata lainnya. Yang penting pengunjung tidak melakukan hal-hal aneh yang melanggar norma agama dan budaya," saran Panji.
Untuk ke lokasi ini bisa dari Kota Jambi menuju ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, kurang lebih menempuh perjalanan sekitar 10 jam. Atau bisa juga dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menuju Kabupaten Kerinci dengan jarak tempuh 12 hingga 13 jam jalur darat.
Karena waktu tempuh lumayan jauh, disarankan untuk menginap semalam, bisa di desa bawah kaki Gunung Kerinci. Pelancong bisa menikmati pemandangan gunung dan hamparan hjau kebun teh yang merupakan salah satu tertinggi di dunia.
Selanjutnya menuju Desa Lempur, kemudian berjalan kaki menyelusuri hutan selama 4 jam untuk bisa sampai ke titik dimana Danau Kaco itu berada.
Jadi pastikan sebelum berangkat ke lokasi fisik dan budget sudah terpenuhi. Karena selain menguras tenaga, waktu juga biaya.
Mitos Raja Gagak dan Putri Napal Melintang
Danau Kaco menyimpan misteri yaitu penyebab cahaya yang terang saat gelap. Legendanya pada zaman dahulu ada penguasa setempat bernama Raja Gagak, konon memiliki putri yang sangat cantik bernama Putri Napal Melintang.
Dirangkum dari berbagai sumber, karena sangat cantik, putri Raja Gagak banyak dilamar pemuda dari kerajaan lain. Tetapi sang Raja meminta siapa saja yang ingin meminang anaknya membawa seserahan harta.
Ternyata itu disanggupi, banyak pelamar membawa emas, permata, dan batu mulia lainnya. Namun akibat keserekahan sang Raja Gagak malah tak ingin anaknya dipersunting orang lain, yang berujung ia menodai putrinya sendiri. Lalu putrinya dibenamkan ke dalam danau bersam harta pinangan tersebut.
Karena itu kemudian Danau Kaco tampak sangat jernih dan konon mengeluarkan kilauan saat malam purnama. Ada warga yang percaya kilauan itu berasal dari dasar Danau Kaco yang berisi emas dan batu mulia milik Raja Gagak yang serakah.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators