INDOZONE.ID - Festival Sakura Matsuri 2026 akan kembali digelar di kawasan Cikarang, Jababeka, Kabupaten Bekasi.
Event tahunan ini menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Jepang, yang tak cuma menghibur, tetapi menjadi ruang pertukaran budaya, edukasi, hingga kolaborasi investasi antara kedua negara.
Selama bertahun-tahun, Sakura Matsuri telah menjadi festival budaya Jepang-Indonesia, yang selalu dinantikan puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya.
Festival ini menjadi ruang interaksi yang memperkuat hubungan masyarakat, dunia usaha, dan komunitas dari Jepang.
Baca juga: Pesona Wisata Pesisir Kabupaten Paser Makin Terjaga, 60 Ribu Mangrove Ditanam di Desa Modang
Menurut Director PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini, Cikarang bukan suatu kota hanya di Indonesia saja, tapi menjadi suatu ekosistem kota yang sudah mandiri dan salah satu kota terbesar di Indonesia.
“Cikarang sekarang sudah menjadi kota mandiri, yang punya ekosistem budaya terbentuk. Dengan adanya Festival Sakura Masuri, kita membuat kolaborasi dengan Jepang, khususnya dalam budaya, wisata, edukasi, dan kolaborasi itu investasi,” ujarnya dalam acara Press Conference Sakura Matsuri 2026 di kawasan Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Ia menambahkan, di dalam kawasan Jababeka menjadi rumah bagi 2.000 perusahaan yang berasal dari Jepang. Dengan adanya festival sakura ini, Ivonne berharap bisa membangkinkan ekosistem dan berkolaborasi, baik dari segi budaya dan
“Di dalam festival ini kita menghadirkan ruang pertukaran budaya, memperkuat semangat keragaman dan kebersamaan yang kita jalin antara Indonesia-Jepang, maupun dengan pemerintahan,” ungkapnya.
Baca juga: Dari Warung hingga Restoran, Kuliner Sambal Perkuat Posisi Gastronomi Indonesia
“Jadi, kita benar-benar berharap dengan pertukaran Sakura Matsuri, semakin banyak lagi masyarakat mengenal Kota Jababeka sekarang, bukan hanya seperti kota industri, tapi kota wisata, industri modern, inovasi, dan berkelas internasional,” sambungnya.
Lebih lanjut, Chairman KAJI Fuad A. Kadir menjelaskan bahwa Sakura Matsuri merupakan festival budaya yang terinspirasi dari tradisi perayaan mekarnya bunga sakura di Jepang. Festival ini biasanya digelar pada akhir April, bertepatan dengan musim sakura yang menjadi ikon budaya Jepang.
Fuad juga mengatakan, penyelenggaraan Sakura Matsuri di kawasan Bekasi hingga Cikarang memiliki latar belakang sejarah yang kuat. Sebab, di kedua kawasan ini merupakan salah satu pusat aktivitas dan investasi Jepang di Indonesia.
Berdasarkan data yang dimiliki komunitas Jepang, terdapat sekitar 1.100 perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan Bekasi hingga Cikampek. Sementara itu, Cikarang dan Jababeka menjadi salah satu pusat konsentrasi industri Jepang terbesar di wilayah tersebut.
Baca juga: Liburan Edukatif di JMFF 2026, Ajak Anak-Anak Menjelajahi Dunia Tambang Lewat Wahana Interaktif
"Kami memiliki gagasan untuk menghadirkan Sakura Matsuri di sini. Kawasan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Jepang," ujar Fuad.
Tahun ini, Sakura Matsuri menghadirkan rangkaian program yang lebih beragam. Mulai dari pertunjukan budaya, cosplay competition, bazar kuliner, hingga penampilan spesial dari JKT48 dan guest performer dari Jepang lho.
“Kami juga akan mengundang sekitar 100 anak gen z supaya mereka tahu bagaimana belajar untuk bekerja dan bekerja di Jepang. Karena kebetulan Jepang lagi source active, human resourcenya mereka. Sehingga setelah itu kita coba sharing session bersama-sama,” imbuhnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Mien Aminah juga turut hadir saat temu media. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga untuk mengenal budaya.
Baca juga: Keseruan Chef Stephanie Ajak Pengunjung Jakarta Fair 2026 Cicipi Pisang Goreng Kaya Jam
“Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri yang dihuni oleh banyak pekerja dan ekspatriat dari Jepang, jumlahnya kurang lebih hampir 6.000 orang. Selain itu, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bertema budaya Jepang cukup tinggi,” kata Mien.
Selain itu, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bertema budaya Jepang cukup tinggi. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan acara serupa sebelumnya yang berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk anak-anak dan keluarga.
Menurutnya, kolaborasi internasional seperti Sakura Matsuri dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat sektor pariwisata Kabupaten Bekasi.
Sekaligus menjadi kesempatan untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bekasi kepada masyarakat luas.
“Banyak tempat wisata-wisata kami yang belum dikenal. Pariwisata itu tidak akan jadi apa-apa tanpa kerja sama dengan pihak swasta, karena swasta memang tahu pasti bagaimana perputaran atau pilihan orang,” paparnyaz
Di akhir kesempatan, Mien mengajak masyarakat untuk hadir dan memeriahkan Festival Sakura Matsuri 2026 yang akan digelar pada 25–26 Juli 2026 di Hollywood Junction, Kota Jababeka.
Festival ini semakin mudah diakses melalui berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjabodetabek B51 rute Cawang–Cikarang.
Dengan demikian, wisatawan dari Jakarta, Bekasi, Karawang, maupun berbagai wilayah lainnya dengan mudahnya menikmati kemeriahan Sakura Matsuri 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan