Kamis, 18 JUNI 2026 • 15:52 WIB

Sejarah Kampung Naga Bahasa Sunda: Asal Usul dan Keunikan Kampung Adat di Tasikmalaya

Author

Sejarah Kampung Naga bahasa Sunda. (Instagram/@kampungnaga_tasikmalaya)

INDOZONE.ID -  Sejarah Kampung Naga di Neglasari, Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), layak dikulik. Bagaimana tidak, desa ini tetap mempertahankan keaslian tradisinya di tengah perkembangan zaman yang makin masif.

Nilai tradisi yang masih kental, membuat Kampung Naga menjadi unik. Bahkan, Kampung Naga berpedoman pada nilai-nilai warisan nenek moyang, yaitu warisan tampak dan tidak tampak.

Sejarah Kampung Naga bahasa Sunda. (Instagram/@kampungnaga_tasikmalaya)

Lalu, Kampung Naga tidak punya banyak aturan, tapi memiliki larangan yang dikenal dengan istilah “pamali”. Dalam bahasa Sunda, pamali merujuk pada sesuatu yang dianggap tidak baik dan dijauhi.

Contoh paling sederhana adalah bentuk rumah di Kampung Naga yang sama dengan jumlah tidak boleh lebih dari 110.

Baca juga: Kampung Naga Tasikmalaya Ini Masih Mempertahankan Tradisi di Era Perkembangan Zaman

Rumah di Kampung Naga dibangun dengan bahan-bahan alami, seperti kayu, bambu, jerami, dll. Di sana, rumah tidak boleh dibangun dengan semen, beton, cat tembok.

Lebih unik lagi, Kampung Naga tidak memperbolehkan aliran listrik. Sebab, keberadaan listrik dianggap bisa mengurangi interaksi antarwarga setempat karena sibuk di rumah untuk menonton tv atau bermain hp.

Oleh sebab itu, warga di sana memanfaatkan hal-hal alami untuk kegiatan sehari-hari. Sebut saja, memakai setrika arang, memasak dengan kayu bakar, dan menggunakan lampu petromak dari minyak tanah.

Selain, contoh-contoh di atas, Kampung Naga punya aturan adat lain yang melekat pada masyarakatnya. 

Sementara itu, mata pencaharian warga Kampung Naga pun erat kaitannya dengan alam, tepatnya pertanian dan perkebunan, baik sebagai pemilik, penggarap, maupun buruh tani.

Selain bertani, sebagian masyarakat Kampung Naga juga memanfaatkan hasil alam menjadi kerajinan tangan yang dijual ke pasaran.

Lalu, karena ditetapkan sebagai tempat wisata budaya, sebagian warga juga berprofesi sebagai tour guide.

Sejarah Kampung Naga Bahasa Sunda

Menilik penjelasan di atas, kamu memahami bahwa Kampung Naga amat menghargai tradisi dari nenek moyangnya. 

Keteguhan pada tradisi ini menggelitik rasa penasaran ingin tahu terhadap sejarah Kampung Naga. Apalagi, nama tempat ini cukup unik karena menyinggung hewan mitologi naga.

Kamu harus tahu, nama tempat ini ternyata tidak ada kaitannya dengan hewan mitologi tersebut. Nama Kampung Naga justru merujuk pada lokasi geografis tempat ini yang berada di bawah bukit atau lembah.

Sejarah Kampung Naga bahasa Sunda. (Instagram/@kampungnaga_tasikmalaya)

Untuk tahu informasi pasti terkait sejarah Kampung Naga, sayangnya tidak ada sumber tertulis. Sejarah Kampung Naga cuma diketahui dari informasi mulut ke mulut di masyarakat setempat.

Penyebab tidak ada sumber tertulis terkait sejarah Kampung Naga adalah pemberontakan DI/TII oleh Kartosuwiryo pada 1956.

Kelompok yang tidak senang dengan masyarakat Kampung Naga karena tidak mendukung perjuangan mereka itu, membumihanguskan desa tersebut. 

Baca juga: 4 Upacara Adat Unik di Kampung Naga Tasikmalaya, Sampai Ada Saweran

Konon, Kampung Naga berasal dari seorang yang diyakini sebagai leluhur atau nenek moyang dengan nama Sembah Dalem Singaparna. Ia diyakini berasal dari Kerajaan Galuh.

Usai menganut Islam, Kerajaan Galuh mengutus tiga orang untuk menyebarkan ajaran-ajarannya.

Utusan pertama menuju Tatar Kaler atau ke daerah utara, yang kini dikenal sebagai Cirebon. Utusan pertama ini diwarisi watek atau sifat Kabeungharan (kaya).

Utusan kedua pergi ke Tatar Kulon atau ke daerah barat, yang kini kamu kenal sebagai Banten. Utusan kedua diwarisi sifat kawedukan (kuat/tebal) dan kepintaran.

Utusan ketiga menyebarkan Islam ke Tatar Tengah, yang diyakini sebagai Kampung Naga sekarang. Utusan ketiga diwarisi sifat kabodoa, sekaligus kejujuran.

Daya Tarik Kampung Naga

Karena merupakan tempat wisata budaya, kamu bisa melakukan banyak aktivitas yang menambah pengalaman dan pengetahuan baru. Yuk, simak daftar daya tarik Kampung Naga berikut:

1. Rumah adat yang unik dan sederhana.

2. Keindahan yang masih asri.

3. Oleh-oleh khas masyarakat lokal.

4. Kesenian tradisional yang khas.

5. Upacara adat dengan kearifan lokal yang kental. 

Kampung Naga menawarkan banyak hal menarik, mulai dari keindahan alam hingga kearifan budaya yang sekarang sulit dijumpai. Jadi, kapan kamu main ke Kampung Naga?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Traveloka, Upi.edu, Jurnal Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU