Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 16:35 WIB

Mengenal Sejarah Pura Ulun Danu Beratan, Salah Satu Tempat Wisata Ikonik di Bali

Author

Pura Ulun Danu Beratan. (Instagram/@ulundanuberatan)

INDOZONE.ID - Pulau Bali memiliki banyak tempat wisata ikonik. Tak cuma pantai, Bali juga memiliki tempat wisata ikonik dan bersejarah, seperti Pura Ulun Danu Beratan.

Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu pura paling ikonik di Bali. Terletak di tepi danau Bratan di kawasan Bedugul, pura ini memiliki panorama yang sangat indah.

Keindahan alam pura ini tersaji sepanjang mata, dengan danau dan perbukitan di sekitarnya. Tak mengherankan jika banyak wisatawan lokal maupun asing berkunjung ke sini.

Pura Ulun Danu Beratan. (Instagram/@ulundanuberatan)

Secara Administratif, Pura Ulun Danu Beratan berlokasi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. 

Namun, banyak orang belum tahu, bahwa Pura Ulun Danu Beratan ini memiliki sejarah yang cukup menarik. Yuk, simak sejarah di balik pura indah ini!

Baca juga: 5 Tempat Wisata Terbaik untuk Rayakan Valentine di Indonesia: Enjoy Hari Kasih Sayang bersama yang Tersayang

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan

Melansir dari Trip Advisor, Jumat (13/2/2026), sejarah berdirinya Pura Ulun Danu Beratan ini sudah tertulis dalam kisah yang tercantum dalam Lontar Babad Mengwi.

Dalam lontar tersebut menyatakan bahwa Pura Ulun Danu Beratan didirikan pada tahun sak 1556 (1634 Masehi). Pendiri pura ini adalah I Gusti Agung Putu.

Pura ini dipelihara oleh 4 "satakan" dari desa-desa yang ada di sekitar pura yang terdiri dari:

  1. Satakan Candi Kuning yang mewilayahi 5 bendesa adat;
  2. Satakan Bangah yang mewilayahi 3 bendesa adat;
  3. Satakan Antapan yang mewilayahi 4 bendesa adat;
  4. Satakan Baturiti yang mewilayahi 6 bendesa adat.

Tak cuma itu, Pura Ulun Danu Beratan ini juga terdiri dari lima kompleks pura dan satu stupa, berikut penjelasan detailnya:

Baca juga: Ini Perbedaan Visa dan Paspor yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Pergi ke Luar Negeri!

1. Pura Penataran Agung

Anda dapat menemukan pura tersebut setelah anda melewati Candi Bentar menuju Beratan. Diketahui, pura ini didedikasikan untuk pemujaan Tri Purusha Siwa, yaitu Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa.

2. Pura Dalem Purwa

Selanjutnya, ada Pura Dalem Purwa. Pura ini memiliki tiga pelinggih utama, yaitu Pelinggih Dalem Purwa merupakan tempat bersemayamnya Bhatari Durga dan Dewa Ludra, yang diyakini sebagai sumber kemakmuran.

Kemudian, ada juga Bale Murda Manik yang berfungsi sebagai balai pemaruman, dan juga Bale Panjang yang digunakan untuk meletakkan upakara. Pelinggih di pura ini terletak di bagian selatan Danau Beratan dan menghadap ke arah timur.

3. Pura Taman Beiji

Pura ini biasanya digunakan untuk upacara ngebejiang (menyucikan sarana upacara) dan juga memohon tirta (air suci).

Tak cuma itu, pura ini juga digunakan sebagai tempat melasti (upacara penyucian diri) oleh masyarakat sekitar. Pura ini berlokasi di sisi timur Hotel Enjung Beji dan tidak dikelilingi oleh tembok.

Baca juga: Imlek di Medan: Menelusuri Jejak Sejarah di Kesawan hingga Megahnya Vihara Maitreya

4. Pura Lingga Petak

Pura Lingga Petak memiliki tiga tingkat dan sumur keramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu. Dalam pura ini juga terdapat lingga berwarna putih yang diapit oleh batu merah dan hitam. Pura ini diyakini sebagai sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan.

Pura Ulun Danu Beratan. (Instagram/@ulundanuberatan)

Di pura ini, ada dua pelinggih, yaitu Pelinggih Meru Tumpang Solas yang menghadap ke selatan dan juga Pelinggih Meru Tumpang Telu yang memiliki empat pintu dan menghadap ke arah mata angin.

5. Pura Prajapati

Pura Prajapati didedikasikan sebagai istana Bhatari Durga. Pelinggihnya menghadap ke barat dan merupakan bangunan pertama yang dapat kalian jumpai setelah melewati gerbang masuk menuju Danau Beratan. Di Pura ini, terdapat banyak pohon beringin besar sebagai penandanya.

6. Stupa Buddha

Selain berbagai pura Hindu, terdapat juga sebuah stupa Buddha yang melambangkan keselarasan dan harmoni keagamaan. Stupa ini menghadap ke selatan dan terletak di luar area kompleks utama Pura Ulun Danu Beratan.

Setelah membahas lima kompleks di Pura Ulun Danu Beratan dan stupa Buddha yang ada di sana, mari beralih membahas fungsi Pura Ulun Danu Beratan dan Danau Beratan. Lantas, apa sih fungsinya? Yuk simak!

Baca juga: 5 Bandara Terbesar di Dunia yang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja?

Fungsi Pura Ulun Danu Beratan dan Danau Beratan

Pura Ulun Danu Beratan memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan yang terlihat dari beberapa pelinggih atau bangunan persembahyangan.

Di antara pelinggih tersebut, juga terdapat dua bangunan, yaitu Palebahan Pura Tengahing Segara dan Palebahan Lingga Petak/Ulun Danu yang posisinya menjorok ke tengah danau.

Dengan tata letaknya yang cukup unik, Pura ini tidak hanya memberikan nilai spiritual, tetapi juga keindahan secara visual. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Pura Ulun Danu Beratan.

Sementara itu, Danau Beratan yang menjadi latar Pura Ulun Danu ini, memiliki ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Itu membuat suhu di sekitar area tersebut terasa sejuk. Danau Beratan merupakan danau terbesar dan terindah di Bali.

Danau Beratan memiliki peran penting bagi masyarakat setempat karena menjadi sumber air untuk pengairan pertanian di daerah Bedugul. 

Selain itu, ada persewaan perahu dayung dan speedboat untuk menikmati pemandangan alam dari tengah danau tersebut.

Nah, itulah sekilas ulasan terkait Pura Ulun Danu Beratan beserta sejarah dan fungsinya bagi masyarakat Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Trip Advisor

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU