INDOZONE.ID - Musim semi merupakan sebuah waktu paling ajaib untuk mengunjungi Jepang. Sebab saat salju mencair, seluruh negeri berubah menjadi kanvas berwarna merah jambu dan putih yang mempesona.
Fenomena ini bukan sekadar pergantian musim, melainkan perayaan budaya yang telah berakar selama berabad-abad lamanya.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai festival musim semi paling populer di Jepang, dengan fokus utama pada tradisi Hanami:
Baca juga: Modal 6 Bahan, Japanese Purin Lembut ala Dessert Jepang Favorit
Apa itu Hanami?
Secara harfiah, Hanami berarti "melihat bunga" (hana = bunga, mi = melihat). Tradisi ini bermula dari periode Nara (710–794).
Sakura mekar dengan sangat indah, namun hanya bertahan sekitar satu hingga dua minggu sebelum gugur. Bagi masyarakat Jepang, ini melambangkan sifat kehidupan yang fana-indah namun singkat atau biasa masyarakat Jepang menyebutnya mono no aware.
Tradisi Hanami dilakukan dengan berpiknik di bawah pohon sakura yang tengah mekar bersama keluarga, teman, atau rekan kerja sambil menikmati makanan dan minuman.
Baca juga: Sejarah Sushi: Kuliner Jepang yang Berawal dari Teknik Pengawetan Ikan
Waktu Pelaksanaan
Waktu mekarnya sakura bervariasi setiap tahun tergantung suhu udara, namun secara umum mengikuti "Sakura Zensen" atau Garis Depan Sakura:
- Akhir Maret: Sakura mulai mekar di wilayah selatan seperti Kyushu dan Shikoku.
- Awal April: Puncak mekarnya bunga (Mankai) di Tokyo, Osaka, dan Kyoto.
- Mei: Sakura terakhir mekar di wilayah utara seperti Hokkaido.
Lokasi Hanami Paling Populer
Beberapa tempat untuk menikmati traidis Hanami yang paling populer di Jepang di antaranya adalah:
- Taman Ueno: Berlokasi di Tokyo, Taman Ueno terdapat setidaknya lebih 1.000 pohon sakura.
- Sungai Meguro: Sama seperti Taman Ueno, Sungai Meguro juga berlokasi di Tokyo. Di sungai ini kalian bisa menikmati bunga sakura pada malam hari dengan ditemani lampion yang memesona.
- Philosopher's Path: Berlokasi di Kyoto, jalan setapak di tepi kanal ini bisa masuk rekomdasi menikmati tradisi Hanami.
- Taman Kastil Hirosaki: Berlokasi di Aomori dengan "parit kelopak bunga" di mana sungai tertutup guguran kelopak merah muda yang menjadi daya tariknya.
- Gunung Yoshino: Berlokasi di Nara, gunung ini ,enampilkan lebih dari 30.000 pohon sakura yang menyelimuti seluruh area.
Daya Tarik bagi Wisatawan
Bagi warga Jepang, Hanami adalah momen sosial penting untuk mempererat hubungan. Di perkantoran, biasanya karyawan paling muda akan datang pagi-pagi sekali untuk "menandai" tempat piknik terbaik dengan alas plastik biru.
Keindahan visual yang luar biasa menjadikan Jepang destinasi impian. Selain pemandangan, wisatawan tertarik pada produk musiman edisi terbatas, seperti Starbucks Sakura Latte, cokelat kit-kat rasa sakura, hingga Sakura Mochi.
Festival Musim Semi Lainnya
Selain Hanami, ada beberapa festival besar lainnya:
- Takayama Spring Festival (Sanno Matsuri): Menampilkan parade kereta hias raksasa yang sangat megah di prefektur Gifu pada pertengahan April.
- Fuji Shibazakura Festival: Terletak di dekat Danau Motosuko, festival ini menampilkan hamparan bunga shibazakura (lumut merah jambu) yang menutupi tanah dengan latar belakang Gunung Fuji yang ikonik.
Musim semi di Jepang adalah tentang merayakan momen saat ini. Hanami mengajarkan kita untuk menghargai keindahan sebelum ia berlalu.
Jika Anda berencana berkunjung, pastikan untuk selalu memantau prakiraan cuaca agar tidak melewatkan puncak mekarnya sang bunga nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan