Jumat, 16 JANUARI 2026 • 13:24 WIB

Bosan Bakpia? Intip 6 Oleh-Oleh Jogja Anti-Mainstream yang Estetik dan Unik

Author

Yogyakarta geser Bali jadi destinasi liburan akhir tahun paling diminati. (Instagram/adjis90)

INDOZONE.ID - Yogyakarta memang selalu punya magnet yang kuat, tidak hanya soal destinasi wisatanya, namun juga buah tangannya. 

Selama ini, Bakpia memang menjadi "raja" oleh-oleh Yogyakarta. Namun, bagi Anda yang sudah sering berkunjung ke Kota Gudeg dan ingin membawa pulang sesuatu yang lebih unik, estetik, dan berkesan, Jogja memiliki banyak pilihan produk artisan yang luar biasa.

Berikut adalah daftar oleh-oleh khas Yogyakarta yang anti-mainstream untuk referensi Anda di tahun 2026.

Baca juga: 5 Hotel Paling Strategis di Jantung Kota Yogyakarta: Bikin Liburan Anti Ribet!

1. Batik Kayu Desa Wisata Krebet

Batik Kayu khas Desa Krebet bisa menjadi salah satu rekomendasi kala mengunjungi Yogyakarta. (Dok. Istimewa)

Jika batik biasanya berupa kain, di Desa Wisata Krebet, Bantul, motif batik diaplikasikan di atas media kayu.

Batik kayu adalah perpaduan seni kriya dan seni lukis batik yang rumit. Sangat cocok dijadikan dekorasi rumah yang memberikan kesan vintage dan etnik.

2. Wedang Uwuh

Wedang uwuh. (Instagram/@muzee_sinau_karoiku)

Jangan tertipu namanya, uwuh dalam bahasa Jawa berarti sampah. Namun, ini adalah minuman rempah kaya khasiat.

Oleh-oleh ini sangat ringan, murah, dan bermanfaat bagi kesehatan. Memberikan Wedang Uwuh seperti memberikan "pelukan hangat" khas Jogja kepada teman atau keluarga.

Baca juga: Resep Ayam Goreng Kalasan Khas Yogyakarta, Lezat dan Gurih

3. Cokelat Monggo

Instagram/@chocolatemonggo/@pipiltincocoa

Cokelat Monggo adalah pelopor cokelat artisan di Jogja yang memadukan teknik pembuatan cokelat ala Belgia dengan cita rasa lokal.

Kemasannya sangat estetik dengan material ramah lingkungan. Ini adalah pilihan "oleh-oleh mewah" dengan harga yang tetap terjangkau.

4. Yangko

yangko (cookpad)

Sering terlupakan karena Bakpia, Yangko sebenarnya adalah kudapan legendaris dari Kotagede yang terbuat dari tepung ketan.

Yangko sendiri memang sering terlupakan karena 'dominasi' Bakpia sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta, namun Yangkosebenarnya adalah kudapan legendaris dari Kotagede yang terbuat dari tepung ketan.

5. Gerabah Artisan Kasongan

Desa Kasongan memang terkenal dengan gerabahnya. Namun, di tahun 2026, banyak perajin muda yang menciptakan keramik dengan desain minimalis dan skandinavia.

Jauh lebih personal dibandingkan barang pabrikan. Membawa pulang keramik Kasongan berarti membawa "nyawa" seni Jogja ke dalam hunian.

6. Kopi Merapi

Kopi Merapi bisa menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh anti-mainstream saat mengunjungi Yogyakarta. (Dok. Istimewa)

Bagi pencinta kopi, Kopi Merapi adalah oleh-oleh wajib. Kopi ini tumbuh di tanah vulkanik lereng Gunung Merapi.

Ketersediaannya terbatas tergantung musim dan kondisi gunung. Memberikan kopi ini menunjukkan Anda benar-benar mencari produk lokal yang otentik.

ogyakarta tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita jatuh cinta, termasuk melalui kreativitas para perajin lokalnya.

Dengan memilih oleh-oleh anti-mainstream, Anda tidak hanya membawa pulang barang yang berbeda, tetapi juga ikut melestarikan kekayaan budaya dan kerajinan tangan khas Mataram. Selamat berburu harta karun di sudut-sudut Jogja!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU