INDOZONE.ID - Erupsi Gunung Semeru tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga pada berbagai destinasi wisata populer di kawasan aman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Saat status Semeru berada pada level awas, sejumlah tempat wisata wajib dihindari karena masuk dalam zona rawan awan panas, lava pijar, hingga lahar hujan.
Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru Kian Meningkat, 32 Gempa Guguran Terekam dalam 6 Jam
Tempat Wisata yang Harus Dihindari saat Erupsi Semeru
Berikut daftar lengkap wilayah wisata yang harus dihindari saat Semeru erupsi, beserta penjelasan risikonya:
1. Destinasi di Sepanjang Sungai Besuk Kobokan
Besuk Kobokan adalah jalur utama awan panas guguran Semeru. Banyak objek wisata alam seperti spot foto, camping ground, hingga jalur sungai sering dikunjungi wisatawan pada kondisi normal.
Destinasi di sepanjang Sungai Besuk Kobokan ini harus dihindari karena menjadi jalur awan panas, lahar, dan potensi aliran material vulkanik yang bisa terjadi kapan aja.
2. Besuk Kembar
Sungai yang berada di sisi tenggara Semeru ini juga kerap dijadikan lokasi penjelajahan alam dan off-road ringan.
Aliran sungai sangat rawan menjadi jalur lahar dingin. Selain itu, material vulkanik dari guguran kubah lava bisa mengarah ke wilayah ini.
3. Besuk Bang
Daerah ini menjadi salah satu rute aliran lava dan awan panas karena morfologi lembahnya yang langsung terhubung dengan puncak Semeru.
4. Besuk Sat
Sering menjadi titik jelajah sungai dan pendakian alternatif, Besuk Sat terletak di jalur yang terhubung dengan puncak gunung melalui lembah sempit.
5. Ranu Kumbolo dan Kalimati
Saat erupsi terjadi, pendakian ke Mahameru otomatis ditutup.
Jalur seperti Ranu Kumbolo, Kalimati, hingga tanjakan terakhir menuju puncak berada di zona rawan akibat lontaran batu pijar, hujan abu tebal, dan potenti lava dan awan panas.
Selain itu, akses evakuasi yang sulit jika terjadi peningkatan aktivitas secara tiba-tiba.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Disertai Letusan Setinggi 1 Kilometer di Atas Puncak
6. Wisata Lereng Tenggara Semeru
Semua desa wisata dan spot alam yang berada di zona lereng tenggara wajib dihindari ketika status erupsi meningkat.
Ini termasuk Camping ground sekitar Oro-oro Ombo, spot sunrise yang menghadap puncak, dan wisata ladang dan perkebunan di dataran tinggi area Candipuro atau Pronojiwo.
Wilayah ini menjadi arah dominan pergerakan awan panas pada sebagian besar erupsi Semeru dalam beberapa tahun terakhir.
Saat Gunung Semeru erupsi, bukan hanya pendakian yang harus dihentikan, tetapi sejumlah destinasi wisata di sekitarnya.
Kesadaran akan zona bahaya dan memahami peta risiko adalah kunci untuk menjaga keselamatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNBTS