Jumat, 04 JULI 2025 • 15:05 WIB

Mengenal 5 Level Jalur Pendakian Gunung dan Kualifikasi yang Dibutuhkan untuk Menaklukkannya

Author

Pendakian gunung.(INDOZONE/Desika Pemita)

INDOZONE.ID - Taukah Kamu bahwa gunung di Indonesia punya tingkat kesulitan pendakian? Level jalur pendakian gunung beragam, dari jalur pendakian gunung pemula sampai ekstrem. 

Kita akan membahas kesulitan pendakian gunung dengan level yang berbeda beda. Sebab, setiap tingkatan punya kualifikasi pengalaman dan keahlian tertentu. 

Panduan ini bermanfaat agar kita bisa menghindari risiko, dan memastikan keselamatan selama mendaki.

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Camping Family Friendly di Sentul: Seru, Nyaman dan Dekat dari Jakarta!

1. Level 1: Ramah untuk Pendaki pemula

Buat kamu yang ingin coba-coba mendaki gunung, penting banget untuk memahami level jalur pendakian agar kamu bisa mempersiapkan barang yang sesuai. 

Buat kamu yang gak pernah naik gunung, camping sekeluarga atau temen untuk senang-senang, rekomendasi gunung level 1 cocok buat kamu.

Di level 1 jalur pendakiannya udah terbentuk sesuai dengan pendaki pemula, cenderung landai atau bergelombang. 

Biasanya waktu tempuh pendakiannya singkat, antara 5-6 jam tanpa bermalam dan tidak butuh peralatan khusus. 

Contoh gunung yang risikonya rendah yakni Gunung Bromo dan Bukit Gantole, cocok bangat untuk kamu ngajak sekeluarga untuk melihat sunrise.

Baca juga: 5 Kolam Renang di Ciledug yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

2. Level 2: Sedikit Menantang tapi Masih Aman

Level 2 ini cocok buat Kamu yang suka tantangan tapi ingin santai. Karena jalur level 2 ini mulai menanjak atau agak curam, kamu bisa lakuin tanpa menginap tapi kamu harus mampu navigasi dasar dan disarankan membawa peralatan trekking.

Contoh gunung level 2 ini yakni Gunung Ijen dan Gunung Agung via Pasar Agung. Kamu boleh ajak temenmu yang pernah ikut pendaki gunung soalnya naik gunung level 2 ini tidak disarankan untuk sendirian walaupum pengelola tidak melarangnya.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata di Kota Bogor, Udaranya Segar, Asyik Buat Healing Akhir Pekan

3. Level 3: Medan Lebih Sulit

Untuk gunung level 3 ini harus ada orang yang ahli, karena jalur level 3 ini cukup curam dan tertutup oleh faktor alam karena jarang dilalui pendaki. 

Tentu wajib membawa pelangkapan camping dan pendakian ini lebih dari satu hari soalnya risikonya mulai meningkat. 

Pemahaman navigasi dan jalur evakuasi dibutuhkan untuk gunung level 3 ini, contoh gunung level 3 ini yakni Gunung Rinjani, Semeru, dan Tambora.

Baca juga: 10 Tips Solo Traveling Aman dan Tetap Menyenangkan

4. Level 4: Jalur Sulit dan Tidak Umum

Jalur gunung level 4 ini sangat curam dan gak selalu terbuka bahkan harus membuka jalur sendiri. Kemampuan survival sangat di perlukan dengan logistik lengkap lalu alat pengaman yang kuat dan lengkap. 

Untuk mendaki gunung level ini waktunya panjang bisa lebih dari 3 hari. Jika kamu ingin naik gunung level 4 ini disarankan ajak teman yang berpengalaman karena medan berat dan lokasi terpencil terus risikonya tinggi. 

Contoh gunung level 4 ini yakni Bukit Raya di Kalimantan Barat dan Gunung Binaiya di Maluku.

Baca juga: 6 Tempat Wisata Populer di Pangandaran yang Wajib Dikunjungi saat Liburan Sekolah

5. Level 5: Ekstrem dan Hanya Pendaki Profesional

Untuk gunung level 5 ini hanya untuk pendaki profesional, karena jalur untuk level 5 ini tidak terjamah dan belum terbentuk. 

Gunung ini sangat terjal dan tinggi yang membutuhkan teknik panjat tebing tentu perlengkapan lengkap, alat climbing, dan rescue sangat diperlukan. 

Navigasi dan keterampilan penyelamatan sangat penting untuk mendaki di gunung level 5. 

Contoh gunung level 5 ini yaitu gunung tertinggi di indonesia yaitu Cartenzs Pyramid atau Puncak Jaya di Papua.

Baca juga: 5 Gunung dengan Jalur Tersulit di Indonesia, Hanya untuk Pendaki Profesional!

Mendaki gunung bukan sekadar soal mencapai puncak, tapi juga soal kesadaran, persiapan, dan keselamatan. 

Dengan memahami tingkat kesulitan jalur pendakian, kamu bisa memilih gunung yang sesuai kemampuan dan menikmati perjalanan tanpa harus mengambil risiko berlebihan.

Apakah Kamu pendaki pemula yang ingin menikmati sunrise di gunung ramah? Atau pendaki berpengalaman yang haus tantangan ekstrem? 

Apa pun levelmu, selalu ingat persiapan adalah kunci utama keselamatan di gunung. Jangan lupa, alam harus selalu dijaga. Tinggalkan jejak kenangan, bukan sampah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Superlive.id, Mounture.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU