Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 SEPTEMBER 2023 • 15:39 WIB

Menjelajah Edirne, Ibu Kota Kedua Kekhalifahan Turki Utsmani yang Berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria

Menjelajah Edirne, Ibu Kota Kedua Kekhalifahan Turki Utsmani yang Berbatasan dengan Yunani dan BulgariaEdirne ibu kota kedua Turki Utsmani. (Z Creators/Elisa Oktaviana Nurdin)

INDOZONE.ID - Kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) berkuasa lebih dari 600 tahun. Di masa kejayaannya, tahun 1500-an, Ottoman menjadi salah satu kekuatan militer dan ekonomi terbesar di dunia. Wilayah kekuasaannya mencakup Asia Kecil, sebagian besar Eropa Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dinasti Ottoman beberapa kali memindahkan ibu kota. Dari Bursa, berpindah ke Edirne lalu Istanbul yang kala itu bernama Konstantinopel. Edirne merupakan kota kelahiran Sultan Mehmet II “Sang Penakluk Konstantinopel”.

Edirne, Kota di Perbatasan 3 Negara

Menjelajah Edirne, Ibu Kota Kedua Kekhalifahan Turki Utsmani yang Berbatasan dengan Yunani dan BulgariaEdirne berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria. (Z Creators/Elisa Oktaviana Nurdin)

Edirne merupakan kota paling barat di Turki, sekitar 4 jam dari Istanbul. Terletak di persimpangan Sungai Tunca dan Meric, dekat perbatasan Yunani dan Bulgaria. Dahulu, Edirne jadi kota persinggahan pertama orang-orang Eropa yang berkunjung ke wilayah Ottoman.

Masjid Selimiye, Puncak Kejayaan Ottoman

Menjelajah Edirne, Ibu Kota Kedua Kekhalifahan Turki Utsmani yang Berbatasan dengan Yunani dan BulgariaSabun Sultan, wanginya awet sampai belasan tahun. (Z Creators/Elisa Oktaviana Nurdin)

Edirne menjadi ibu kota Ottoman, dari tahun 1416-1453. Di era Romawi, namanya Adrianaople atau Hadrianople. Kota ini terkenal dengan arsitektur megahnya. Salah satunya Masjid Selimiye, yang mewakili puncak kejayaan Dinasti Ottoman.

Masjid didedikasikan untuk Sultan Selim II, yang memimipin kala itu. Komplek masjid megah ini menjadi karya terbaik Sinan, arsitek muslim paling berpengaruh di abad ke-16. Pembangunan berlangsung selama 6 tahun (1568 - 1574). Namun, setahun sebelum masjid rampung, Sultan Selim II wafat.

Masjid Selimiye dihiasi satu kubah besar, berdiameter 31,5 meter, yang ditopang delapan pilar kokoh. Kubah dan dinding masjid dipenuhi kaligrafi dan pola geometris, dengan dominasi warna pink dan biru.

Desain inovatif dengan 999 jendela, membuat bagian dalam masjid berlimpah cahaya alami. Kian elegan, karena dekorasi interiornya menggunakan keramik Iznik kualitas terbaik di zaman itu.

Bagian luar masjid gak kalah megah. 18 kubah berbagai ukuran bertengger di segala penjuru masjid. Sementara 4 menara berserambi menjulang setinggi 70,89 meter, mendominasi cakrawala kota Edirne. Juni 2011, Masjid beserta seluruh bagian kompleksnya, masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Bazaar Selimiye Arasta

Menjelajah Edirne, Ibu Kota Kedua Kekhalifahan Turki Utsmani yang Berbatasan dengan Yunani dan BulgariaBazaar Selimiye Arasta di samping Masjid Selimiye. (Z Creators/Elisa Oktaviana Nurdin)

Bazaar Selimiye Arasta berada di kompleks Masjid Selimiye. Pasar dibangun pada masa pemerintahan Sultan Murat III, sebagai sumber pemasukan bagi masjid.

Bazaar Selimiye Arasta memiliki 73 lengkungan dan 4 pintu. Di tengah bangunan, terdapat kubah yang disebut “prayer dome”, tempat para pemilik toko menunaikan ibadah dan berdoa.

Ada 124 toko di dalamnya, yang menjual berbagai produk. Mulai dari home textiles, perlengkapan salat, tasbih, hijab, aneka kerajinan dan suvenir. Salah satu suvenir khas Edirne adalah Mis meyve sabunu alias sabun buah beraroma. Wanginya bisa awet sampai belasan tahun!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menjelajah Edirne, Ibu Kota Kedua Kekhalifahan Turki Utsmani yang Berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!