Pink Beach Baru (sumber foto www.tripadvisor.co.id)
INDOZONE.ID - Pantai Tangsi, atau yang lebih dikenal dunia sebagai Pink Beach, adalah satu dari sedikit keajaiban alam di mana daratan bertemu lautan dalam rona merah muda yang romantis.
Namun, banyak wisatawan yang pulang dengan kecewa karena pasir yang mereka lihat justru tampak putih biasa. Rahasianya? Ini bukan soal keberuntungan, melainkan soal presisi waktu dan cuaca.
Berikut adalah panduan lengkap agar Anda bisa menyaksikan gradasi warna pink paling maksimal di Pantai Tangsi, Lombok.
Baca juga: Wajib Dicoba! Ini Resep 'Jangan Lombok Ndes' yang Pedas dan Gurih
Pink Beach (Z Creator/ Arianto Y Selly)
Warna pink pada pasir di Pantai Tangsi berasal dari percampuran butiran pasir putih dengan serpihan karang merah (Tubipora musica) yang telah mati.
Pasir ini bersifat memantulkan cahaya, yang mana saat cuaca mendung, warna merah muda akan meredup. Sebaliknya, saat matahari terik, butiran merah dari karang akan terbiaskan secara maksimal, menciptakan gradasi pink yang kontras dengan biru toska air laut.
Jika ingin mendapatkan Golden Hour, maka datanglah pada pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Pada jam ini, matahari berada tepat di atas kepala, memberikan pencahayaan tegak lurus yang membuat pigmen merah pada pasir menyala paling terang.
Pink Beach (Z Creator/ Arianto Y Selly)
Jangan berkunjung saat musim hujan (November-Maret) jika tujuan utama Anda adalah berburu foto estetik.
Baca juga: Keindahan Benang Kelambu, Air Terjun Unik dengan Pesona Tirai Alam di Lombok Tengah
Pink Beach (Z Creator/ Arianto Y Selly)
Pantai Tangsi terletak di Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur. Jaraknya sekitar 2-2,5 jam perjalanan dari Mataram atau Kuta Mandalika.
Anda bisa menyewa mobil atau motor. Akses jalan menuju lokasi kini sudah jauh lebih baik alias beraspal, namun beberapa kilometer terakhir masih berupa jalan tanah berbatu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan