Potret porter dan petugas KAI di sebuah stasiun kereta (dok. KAI)
INDOZONE.ID - Pernahkah Anda memperhatikan para pria berseragam yang sigap menyambut penumpang dengan tumpukan barang bawaan di peron stasiun? Mereka adalah porter, sosok yang identik dengan hiruk-pikuk perjalanan kereta api.
Namun, di balik seragam rapi dan senyum ramah mereka, terdapat fakta menarik tentang status pekerjaan mereka yang sering kali belum diketahui publik secara luas.
Artikel ini akan mengupas sisi lain kehidupan porter stasiun: mulai dari sistem kerja tanpa gaji tetap hingga panduan etis mengenai tarif jasa mereka.
Baca juga: Cek Speedometer Anda! Cara Mudah Mengetahui Kecepatan Kereta Api Saat Perjalanan
Banyak masyarakat yang mengira bahwa porter adalah karyawan organik dari pengelola stasiun atau PT KAI. Namun, kenyataannya adalah:
Baca juga: Hari Pertama Libur Imlek, 202.105 Pelanggan Tercatat Naik Kereta Api
Bagi penumpang yang membawa barang banyak, lanjut usia (lansia), atau ibu hamil, kehadiran porter adalah penyelamat perjalanan mereka.
Mereka tidak hanya mengangkut barang, tetapi sering kali membantu mencarikan gerbong hingga meletakkan barang dengan rapi di atas bagasi kabin kereta, tugas yang cukup menguras tenaga di tengah sempitnya waktu keberangkatan.
Karena tidak ada sistem harga kaku yang tercetak di tiket, sering kali muncul keraguan di kalangan penumpang: "Berapa harus saya bayar?"
Berdasarkan kebiasaan umum dan nilai kewajaran saat ini di stasiun-stasiun besar (seperti Gambir, Senen, atau Yogyakarta), berikut adalah standar tarif yang bisa Anda jadikan acuan:
Porter merupakan salah satu urat nadi kenyamanan di stasiun yang sering kali terlupakan oleh para penumpang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan