Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 MARET 2026 • 17:09 WIB

Sering Salah Kaprah! Ternyata Porter Stasiun Tidak Digaji Tetap, Begini Sistem Kerjanya

Sering Salah Kaprah! Ternyata Porter Stasiun Tidak Digaji Tetap, Begini Sistem KerjanyaPotret porter dan petugas KAI di sebuah stasiun kereta (dok. KAI)

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda memperhatikan para pria berseragam yang sigap menyambut penumpang dengan tumpukan barang bawaan di peron stasiun? Mereka adalah porter, sosok yang identik dengan hiruk-pikuk perjalanan kereta api

Namun, di balik seragam rapi dan senyum ramah mereka, terdapat fakta menarik tentang status pekerjaan mereka yang sering kali belum diketahui publik secara luas.

Artikel ini akan mengupas sisi lain kehidupan porter stasiun: mulai dari sistem kerja tanpa gaji tetap hingga panduan etis mengenai tarif jasa mereka.

Baca juga: Cek Speedometer Anda! Cara Mudah Mengetahui Kecepatan Kereta Api Saat Perjalanan

Benarkah Mereka Digaji KAI?

Banyak masyarakat yang mengira bahwa porter adalah karyawan organik dari pengelola stasiun atau PT KAI. Namun, kenyataannya adalah:

  • Status Kemitraan: Porter bukanlah pegawai tetap yang menerima gaji bulanan atau tunjangan. Mereka adalah mitra mandiri yang diizinkan beroperasi di dalam area stasiun.
  • Tanpa Gaji Tetap: Penghasilan yang mereka bawa pulang murni berasal dari sistem upah atau tip yang diberikan oleh penumpang setelah jasa mereka digunakan. Jika tidak ada penumpang yang menggunakan jasa mereka dalam sehari, maka tidak ada penghasilan yang mereka peroleh.
  • Tanggung Jawab Mandiri: Para porter harus memiliki fisik yang prima dan disiplin tinggi, karena sistem kerja mereka sangat bergantung pada jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api yang padat.

Baca juga: Hari Pertama Libur Imlek, 202.105 Pelanggan Tercatat Naik Kereta Api

Mengapa Jasa Mereka Penting?

Bagi penumpang yang membawa barang banyak, lanjut usia (lansia), atau ibu hamil, kehadiran porter adalah penyelamat perjalanan mereka. 

Mereka tidak hanya mengangkut barang, tetapi sering kali membantu mencarikan gerbong hingga meletakkan barang dengan rapi di atas bagasi kabin kereta, tugas yang cukup menguras tenaga di tengah sempitnya waktu keberangkatan.

Berapa Tarif Wajar Jasa Porter Saat Ini?

Karena tidak ada sistem harga kaku yang tercetak di tiket, sering kali muncul keraguan di kalangan penumpang: "Berapa harus saya bayar?"

Berdasarkan kebiasaan umum dan nilai kewajaran saat ini di stasiun-stasiun besar (seperti Gambir, Senen, atau Yogyakarta), berikut adalah standar tarif yang bisa Anda jadikan acuan:

  • Tarif Dasar: Untuk 1-2 koper/tas ukuran standar, tarif wajar yang umum diberikan berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000.
  • Volume Barang: Jika barang sangat banyak, sangat berat, atau jarak angkut cukup jauh (misalnya dari parkiran mobil hingga ujung peron), sangat disarankan untuk menambah nominal tersebut secara sukarela.
  • Kesepakatan di Awal: Untuk kenyamanan bersama, sangat baik jika Anda menanyakan atau menyepakati harga di awal sebelum barang diangkut.

Tips Menggunakan Jasa Porter dengan Nyaman

  • Ingat Nomor Anggota: Setiap porter memiliki nomor punggung di seragam mereka. Ingat atau foto nomor tersebut agar Anda mudah mencari mereka jika terpisah di tengah keramaian.
  • Siapkan Uang Pas: Menyiapkan uang tunai dalam pecahan pas akan mempercepat proses pembayaran saat Anda sudah terburu-buru masuk ke gerbong.
  • Hargai Profesinya: Ucapan terima kasih dan sikap sopan sangat berarti bagi mereka yang bekerja dengan mengandalkan kekuatan fisik sepanjang hari.

Porter merupakan salah satu urat nadi kenyamanan di stasiun yang sering kali terlupakan oleh para penumpang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Salah Kaprah! Ternyata Porter Stasiun Tidak Digaji Tetap, Begini Sistem Kerjanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!