Salah satu koleksi tembikar di Museum Seni dan Arkeologi Universitas Zhejiang (Alifia Virnindyta)
INDOZONE.ID - Di pusat kota Hangzhou, Cina, terdapat sebuah harta budaya terpendam yang mengundang para pengunjung untuk merasakan keindahan sejarah melalui mata dan pikiran.
Kali ini kita berkunjung ke Museum Seni dan Arkeologi (ZJUMAA), yang terletak di kampus Universitas Zhejiang.
Museum ini menawarkan perjalanan visual yang mengesankan melalui koleksi seni dan peninggalan berharga. ZJUMAA adalah pemberhentian wajib untuk kamu para pecinta seni dan sejarah.
Baca juga: 5 Kolam Renang di Bandung yang Murah dan Nyaman, Tempatnya Juga Adem
Bahkan sejak bagian awal, koleksi-koleksi museum ini akan membawa pengunjung melalui perjalanan melalui rentang waktu yang luas.
Mulai dari zaman neolitikum, hingga Dinasti Qing, perkembangan seni tembikar, porselen, dan keramik ditampilkan.
Pengunjung dapat menyaksikan evolusi teknik dan gaya dari tembikar sederhana hingga keanggunan porselen dinasti-dinasti kuno.
Tak hanya karya seni tembikar, museum ini turut menjadi saksi bisu dari tradisi lukisan gulung Cina yang dulu hanya dipamerkan selama acara-acara penting.
Koleksi ini memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan sehari-hari, ritual keagamaan, dan pemandangan alam yang menawan.
Baca juga: 5 Spot Wisata Sejarah di Makassar yang Sering Buat Hunting Foto Keren
Karya seni lain yang tidak bisa dilupakan adalah sastra. Karya sastra dari tokoh besar Cina, seperti Yifu Ma tak ketinggalan untuk dihadirkan di museum ini.
Tak hanya menyoroti kehebatan sastra asal Cina, koleksi ini juga memberikan gambaran mendalam tentang pemikiran dan imajinasi para penulis pada waktu itu.
Kaligrafi, bentuk seni tulis yang anggun, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari koleksi ini.
Setiap goresan tinta mengandung makna mendalam, dan melalui kaligrafi, pengunjung dapat memahami cara para kaligrafer mengungkapkan emosi dan gagasan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan