Suasana Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (17/8/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
INDOZONE.ID - Perayaan Maulid Nabi yang jatuh pada Jumat 5 September 2025 menjadi momen terbaik untuk menapaki jejak Nabi Muhammad. Salah satu kegiatan seru yaitu berwisata religi ke berbagai masjid terindah di Indonesia.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak masjid megah yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon arsitektur yang memukau dan dapat menjadi objek wisata religi untuk dikunjungi.
Berikut adalah tujuh masjid terindah di Indonesia yang wajib dikunjungi, dilansir ANTARA.
Dikenal juga sebagai Masjid Raya Sumatra Barat, masjid ini memiliki desain yang unik karena terinspirasi dari rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
Terletak di Kota Padang, masjid ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 40.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 20.000 jamaah. Atap masjid yang melengkung ke atas menjadi ciri khasnya, mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau.
Masjid ini terkenal dengan kemegahannya, terutama karena kubahnya yang berlapis emas. Berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi, masjid ini mampu menampung sekitar 20.000 jamaah.
Desain arsitekturnya mengadaptasi gaya Timur Tengah dengan ukiran kaligrafi yang menghiasi dindingnya, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan religi.
Dibangun antara tahun 1953–1958, Masjid Agung Al-Azhar merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. Berlokasi di Kebayoran Baru, masjid ini awalnya menjadi yang terbesar di Jakarta sebelum predikat tersebut diambil alih oleh Masjid Istiqlal.
Hingga kini, Masjid Al-Azhar masih menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam yang prestisius di ibu kota.
Sebagai masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Masjid Istiqlal memiliki luas bangunan 24.200 meter persegi dan dapat menampung lebih dari 200.000 jamaah.
Masjid ini diresmikan pada tahun 1978 dan dirancang oleh arsitek Frederich Silaban dengan gaya arsitektur modern. Keindahan marmer yang melapisi bangunannya serta kubah raksasa berdiameter 45 meter menjadikannya landmark religi utama di Jakarta.
Masjid ini menjadi simbol ketahanan masyarakat Aceh, terutama setelah tetap berdiri kokoh saat tsunami 2004 melanda. Dengan arsitektur bergaya Moghul dan Kesultanan Turki Utsmani, masjid ini memiliki kubah hitam ikonik dan pilar-pilar kokoh.
Berdiri di atas lahan 31.000 meter persegi, masjid ini mampu menampung sekitar 13.000 jamaah dan memiliki air mancur yang memperindah halaman masjid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA