Fadli Zon Ajak Kamu Hidupkan Museum Batak: Pusat Edukasi dan Literasi. (Instagram)
INDOZONE.ID - Museum Batak merupakan destinasi wisata yang cocok untuk edukasi dan literasi. Karena di museum ini sangat lengkap informasi pengetahuan sejarah hingga budaya Batak yang terkenal
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengajak wisatawan untuk mengenal manuskrip Batak agar dapat dikembangkan. Jadi Museum Batak ini, kata Fadli Zon, bukan sekadar etalase.
“Seharusnya ada yang namanya museum Batak. Museum ini bukan tempat sekadar etalase akhir, tapi museum ini harus hidup menjadi pusat edukasi, narasi, literasi, dan bisa menimbulkan satu ekosistem," ungkap Menbud di Jakarta.
Baca juga: 5 Fakta Jalannya Perang Batak pada Tahun 1877-1907
Menurutnya, hal ini merupakan bukti bahwa Presiden Prabowo peduli, dengan pemajuan kebudayaan sebagai fondasi jati diri bangsa Indonesia.
"Selain kita ini kaya dan beragam, yang kemudian diikat dalam Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu juga, ini menjadikan budaya yang berbeda itu bukan ancaman, tapi justru budaya itu menjadi perekat, menjadi binding power, menjadi kekuatan perekat, bukan kekuatan pemecah belah," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama Sekjen Batak Center, Jerry R. Sirait menegaskan kebudayaan sebagai satu pilar utama untuk tetap tegaknya komitmen persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagaimana semangat Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga menghasilkan kesepakatan bersama antara Batak Center dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) untuk meningkatkan kerja sama strategis guna memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya, aktif menggalakkan promosi, penelitian, dan sinergi dalam menjalin kemitraan yang kuat, untuk fokus pada inisiatif mendukung keberlanjutan tradisi serta nilai-nilai luhur budaya Batak dan Nusantara.
Baca juga: Uis Gara: Kain Tradisional Batak Karo yang Indah dan Sarat Makna
Senada, Ketua Umum Batak Center, Sintong M Tampubolon, menyebutkan "Dalam usia 80 tahun Indonesia merdeka, kita diingatkan bahwa kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi juga karakter dan teladan masa depan dengan tetap menghormati dan menghidupi kebudayaan."
Batak Center bersama para stakeholder budaya akan melanjutkan beberapa program strategis, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 270/B/2014 tanggal 8 Oktober 2014, dan sertifikat yang diserahkan pada tanggal 17 Oktober 2014 di Museum Nasional.
Batak Center dibentuk untuk menghimpun potensi dan energi positif warga Batak untuk membangun kembali Batak dan Habatakon melalui upaya menggali-temukan nilai-nilai luhur yang menopang eksistensi warga Batak, tidak saja di tanah Batak, tetapi juga yang telah berdiaspora ke daerah lain di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA