Nasi campur Bali (Z Creators/Dada Sabra Sathilla)
INDOZONE.ID - Kalau bicara Bali, biasanya yang langsung terbayang adalah pantai Kuta, Ubud, atau Pura Besakih.
Tapi tunggu dulu, ada satu tempat yang diam-diam menyimpan keajaiban — bukan cuma karena suasananya yang sejuk dan asri, tapi juga karena kulinernya yang menggugah selera.
Desa Penglipuran, sebuah desa adat di Kabupaten Bangli, Bali, menawarkan pengalaman kuliner dan budaya yang jarang ditemukan di tempat lain.
Terkenal sebagai salah satu desa paling bersih di dunia, Desa Penglipuran bukan hanya memanjakan mata, tapi juga lidah.
Di tengah barisan rumah tradisional Bali yang simetris dan jalanan tanpa sampah, pengunjung bisa menemukan sajian autentik nasi campur Bali yang dimasak langsung oleh warga lokal dengan resep turun-temurun.
Baca juga: Gak Cuma Raja Ampat! Teluk Wondama Punya Pesona Tersembunyi yang Bikin Takjub
Desa Penglipuran mendapat banyak perhatian dunia karena kebersihannya yang konsisten dan struktur desa yang rapi.
Desa ini bahkan sering masuk dalam deretan desa paling bersih di dunia, sejajar dengan Giethoorn di Belanda dan Mawlynnong di India.
Rumah-rumah di Penglipuran dibangun sejajar dengan gerbang batu khas Bali, dan seluruh penduduknya sepakat menjaga tradisi — termasuk melarang kendaraan bermotor masuk area utama desa.
Udara di sini segar, bebas polusi, dan yang paling menarik: tidak ada satu pun sampah plastik yang berserakan.
Saking bersih dan tertibnya, wisatawan sering mengira desa ini hanya disiapkan untuk pameran. Padahal, ini adalah rutinitas sehari-hari warga setempat.
Baca juga: 3 Rekomendasi Spa Murah sampai Estetik buat Me-Time Maksimal di Sidoarjo
Berjalan-jalan di desa ini nggak lengkap tanpa mencoba nasi campur tradisional Bali.
Bedanya dengan nasi campur daerah lain, nasi campur Bali punya karakteristik rempah yang lebih berani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dansartain.com, Oursbali.com