Festival Teluk Wondama. (Indozone/Dewi)
INDOZONE.ID - Kalau kamu pengen kenal budaya Papua Barat lebih banyak, gak cuma Raja Ampat. Tapi ada Kabupaten Teluk Wondama atau Teluk Cendrawasih yang jarang banget terekspos.
Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat ternyata punya potensi pariwisata yang luar biasa indah. Wondama secara geografis ada pada posisi pulau Papua, di leher bagian teluk.
“Kami berada di zona hijau, yaitu di seluruh pulau itu kami mempunyai pariwisata baik itu pulau-pulau di sekitar itu. Diving yang spai hari ini masih diketagorikan zona posisi alam di laut yang masih asri yang akan kita kenalkan,” kata Bupati Teluk Wondama Elysa Auri di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Kata Elysa, Wondama punya alam yang masih asri, baik hutan, tambang dan ikan yang begitu banyak. Wisatawan harus mengeksplornya lebih jauh kearifan lokal dan potensi apal Wondama.
“Sementara dengan kegian ini kami terus perkenalkan secara khusus maupun nasional, sehingga yang tadinya orang belum begitu mengenal Wondama ini dan kehidupan masyarakat Teluk Wondama,” imbuh dia.
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri. (Indozone/Dewi)
Menurutnya, karena potensi wisatanya sangat baik sejak dulu, pemerintah Wondama ingin wilayah ini jadi cagar alam. Seperti saudaranya, Manokwari yang sudah jadi cagar alam internasional yang terkenal sekali.
“Potensi wisatanya maupun kawasan nasional Teluk Cendrawasih, kami memperkenalkan Wondama sebagai potensi pariwisata kelautan dan Pegunungan Wondiboy yang bisa kita sebarkan, selain itu ada wisata religi yaitu 100 tahun peradaban di tanah Papua,” imbuhnya.
Baca juga: 5 Tempat Wisata di Sorong Papua Barat yang Bikin Kamu Terpukau
Festival Teluk Wondama adalah festival budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk mempromosikan dan melestarikan budaya daerah, khususnya tradisi dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Teluk Wondama.
Festival yang digelar 23-24 Juli 2025 ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tarian tradisional, musik daerah, dan pameran kerajinan tangan, serta bazar Ekraft UMKM.
"Hari ini kita hadir di Gedung Sarinah Jalan Thamrin, yang letaknya di jalan protokol ibu kota. Kami mulai ini dengan sesuatu yang ada di dalam kehidupan kami. Kami mulai dari satu penelitian, yang memberikan pencerahan untuk orang Papua di waktu itu, dan hari ini kami terus untuk berusaha mengenali seluruh negara Papua, pada waktu itu seluruh orang Papua bisa mengenali tulis dan baca," ungkap dia.
Baca juga: Pulau Tubir Seram, Surga Dunia Tersembunyi di Fakfak Papua Barat
Festival ini juga menjadi awal Peringatan 100 Tahun Aitumieri, pusat pendidikan dan peradaban orang Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan