INDOZONE.ID - Kalau kamu ngaku pencinta budaya lokal, wajib banget tahu soal acara keren yang satu ini. Namanya Ruwat Desa Sedenganmijen, yang tiap tahunnya diadakan di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Tapi tahun ini, ada yang bikin geger sekaligus bikin bangga yakni gunungan tempe raksasa setinggi 9 meter!
Ya, kamu nggak salah baca. Tempe, makanan rakyat yang sederhana yang disulap jadi mahakarya setinggi nyaris 3 lantai rumah!
Bukan sulap, bukan sihir, tapi itu merupakan hasil kolaborasi hebat dari 26 perajin tempe lokal.
Proses penyusunan gunungan ini nggak sembarangan. Butuh kerja tim, ketelatenan, dan tentunya cinta terhadap budaya sendiri.
Baca Juga: Warkop Ma'Nah, Tempat Nongkrong di Kota Depok yang Bisa Bikin Tenggelam ke Masa Lalu
Apa itu ruwat desa?
Ruwat Desa itu semacam ritual syukuran dan tolak bala, biasanya digelar masyarakat Jawa untuk memohon berkah, keselamatan, dan kemakmuran bagi desa.
Nah, di Sedenganmijen, ruwat desa ini dibalut dengan cara yang unik yaitu menghadirkan gunungan tempe yang kemudian dibagikan ke warga.
Jadi selain sarat makna spiritual, acara ini juga jadi ajang kebersamaan dan berbagi.
Baca Juga: Pinus Camp 2 Banyuwangi, Perpaduan Liburan Alam dengan Sensasi Petualangan Seru
Gunungan tempe nggak cuma besar, tapi punya makna
Tempe yang disusun rapi sampai membentuk gunungan raksasa bukan sekadar tontonan. Di balik itu semua, ada filosofi mendalam.
Tempe sendiri dikenal sebagai simbol kesederhanaan dan kekuatan rakyat. Menyusunnya setinggi langit seperti itu, seakan mau bilang ke dunia bahwa: ini loh, kekuatan desa kami.
Buat warga, ikut rebutan tempe dari gunungan jadi bagian dari prosesi sakral. Konon katanya, tempe yang diperoleh dari gunungan ini membawa berkah.
Jadi jangan heran kalau kamu lihat warga berlomba ambil tempe sambil tertawa dan teriak-teriak bahagia.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Terpopuler di Kota Baru Kalimantan Selatan yang Wajib Dikunjungi 2025
Memperkenalkan potensi desa lewat tradisi
Lewat acara ini, Desa Sedenganmijen pengen nunjukin ke semua orang kalau mereka nggak cuma punya sejarah dan tradisi, tapi juga potensi luar biasa.
Bayangin aja, tempe lokal bisa diolah jadi suguhan budaya yang punya daya tarik wisata. Cocok banget buat kamu yang demen jelajahi tempat-tempat anti-mainstream!
Gunungan tempe raksasa ini bukan cuma tentang tumpukan tempe yang tinggi, tapi tentang identitas, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Jadi, kalau tahun depan kamu lagi di Sidoarjo bulan Maret, sempetin mampir ke Sedenganmijen. Siapa tahu bisa ikut rebutan tempe dan dapet berkah!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @sidoarjo.tourism