Kamis, 30 APRIL 2026 • 12:54 WIB

Wamenpar Sebut Gen Z Tak Sekadar Penonton, Tapi Penggerak Pariwisata Indonesia Masa Depan

Author

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, yang akrab disapa Ni Luh Puspa dalam webinar STDev Circle Seri 3 bertema “Perspektif dan Prakarsa Kaum Muda Gen Z: Strategi dan Gerakan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan”, Jakarta, (29/4/2026). (dok. Kemenpar)

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa menegaskan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z, memegang peran krusial dalam mendorong pariwisata Indonesia ke arah yang lebih berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya dalam webinar STDev Circle Seri 3 bertema "Perspektif dan Prakarsa Kaum Muda Gen Z: Strategi dan Gerakan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan" yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4/2026). 

Ni Luh Puspa menekankan bahwa Gen Z bukan sekadar konsumen pariwisata, melainkan agen perubahan yang memiliki posisi strategis dalam membentuk wajah industri pariwisata masa depan.

Baca juga: Rute Charter Palu–Guangzhou Dibuka, Wamenpar: Akses Wisata Sulteng Makin Luas

Ia menilai, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kekuatan utama anak muda dalam mendorong lahirnya pariwisata yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dengan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kekuatan digital, generasi muda dapat mendorong lahirnya pariwisata yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ni Luh.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan generasi muda menjadi kunci penting dalam memperkuat arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu mendorong transformasi sektor pariwisata ke arah yang lebih berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata, Frans Teguh, menambahkan generasi muda tidak hanya berperan sebagai penggerak kreativitas, tetapi juga sebagai target pasar yang strategis. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang perlu dimanfaatkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Ia mencontohkan sejumlah isu yang dapat menjadi ruang kontribusi generasi muda, seperti pengolahan limbah makanan dan pengelolaan sampah. Menurutnya, gerakan-gerakan ini penting untuk menjadikan pariwisata sebagai bagian dari solusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masa depan.

“Saya kira gerakan-gerakan ini semakin kita butuhkan karena kita ingin menjadi bagian dari solusi untuk kehidupan saat ini dan masa mendatang,” kata Frans.

Frans menekankan pariwisata berkelanjutan erat kaitannya dengan praktik berwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus upaya mewariskan nilai-nilai positif bagi generasi mendatang. Ia berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu mendorong aksi nyata yang relevan.

“Harapan kami, forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu mendorong aksi nyata yang relevan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan, seperti penguatan ekowisata, gerakan zero waste, kampanye perjalanan bertanggung jawab, serta kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan L. Parapak, turut menegaskan peran generasi muda dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan akan sejalan dengan penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

Baca juga: Kenapa Raja Ampat Tiba-tiba Viral? Wamenpar Ni Luh Puspa Buka Suara

“Untuk pariwisata masa depan, kita harus bersiap lebih baik lagi,” kata Jonathan.

Kementerian Pariwisata terus mendorong keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU