Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 25 MARET 2025 • 14:18 WIB

Cara Seru Menjaga Alam Melalui Kearifan Lokal, Tradisinya Sudah Turun-menurun

 

Cara Seru Menjaga Alam Melalui Kearifan Lokal, Tradisinya Sudah Turun-menurunIlustrasi hutan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Hari Hutan Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Maret. Saatnya generasi muda terlibat dalam menjaga lingkungan dan mengenal kearifan lokal.

Warisan leluhur sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Para leluhur telah berupaya untuk menjaga lingkungan melalui kearifan lokal yang sudah diterapkan sejak dulu.

Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia Sidi Rana Menggala mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati dan budaya tertinggi di dunia.

Selain itu memiliki banyak kearifan lokal dan kekayaan pengetahuan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

“Kearifan lokal bukan hanya warisan budaya, tetapi juga solusi nyata untuk masalah lingkungan global. Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa masa depan keberlanjutan bisa dimulai dari akar budaya kita sendiri," ujarnya dalam acara Talkshow bertajuk "Melestarikan Lingkungan melalui Peran Kearifan Lokal" di Jakarta. 

Cara Seru Menjaga Alam Melalui Kearifan Lokal, Tradisinya Sudah Turun-menurunTalkshow bertajuk

Baca Juga: Usai Bongkar Hibisc Fantasy, Dedi Mulyadi Pertanyakan Izin Tempat Wisata di Puncak Bogor: Itu Hutan Lindung, Kenapa Dirusak?

Sementara itu, Aktivis Lingkungan yang juga Influencer Marsha Siagian menambahkan, generasi muda perlu dilibatkan dalam menjaga lingkungan dan kearifan lokal.

Mereka perlu diberi ruang dan tanggung jawab untuk menjaga biodiversitas yang ada di Tanah Air.

“Dulu saya mengajar generasi muda usia 18-25 tahun. Hal yang sama saya lakukan ekspedisi ke daerah masyarakat adat dan paling penting dari generasi muda ini merawat dan menerapkan kearifan lokal.

Menurutnya, generasi muda selalu mengamati sekitar dan mencari hal menarik yang relevan. Mereka juga harus mau dibuat peduli dan diberi tanggung jawab untuk bisa menjaga kearifan lokal ini.

Dia mencontohkan, di Wae Rebo NTT, masyarakat sekitar menolak kehadiran internet Starlink. Banyak pro dan kontra dengan teknologi yang dihadirkan di desa ini.

“Saya bersyukur mereka (warga Wae Rebo) gak jadi bintang TikTok, tapi menyelami adat leluhur mereka,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cara Seru Menjaga Alam Melalui Kearifan Lokal, Tradisinya Sudah Turun-menurun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!