Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 20 MEI 2026 • 20:56 WIB

Kemenpar Perkuat Kolaborasi untuk Capai Transformasi Pariwisata 2026

Kemenpar Perkuat Kolaborasi untuk Capai Transformasi Pariwisata 2026Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 dengan tema "Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Pencapaian Tahun 2026", Rabu (20/5/2026), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (dok. Kemenpar)

INDOZONE.ID - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan tema “Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Pencapaian Tahun 2026”, Rabu (20/5/2026), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. 

Rakornas menghadirkan seluruh deputi di lingkungan Kemenpar untuk memaparkan strategi, arah kebijakan, serta program unggulan dalam mendukung pencapaian target pembangunan pariwisata nasional tahun 2026. 

Dalam forum tersebut, Kemenpar menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, industri, akademisi, komunitas, dan asosiasi, guna memperkuat daya saing pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan target investasi pariwisata nasional pada 2026 mencapai Rp63,5 triliun sebagaimana arah RPJMN 2025–2029. 

Baca juga: Dukungan Pemerintah, Kemenpar Siapkan Paket Wisata Gastronomi untuk Kota Padang

Investasi tersebut difokuskan pada tiga destinasi regeneratif dan 10 destinasi prioritas. Namun, berdasarkan capaian 2025, investasi masih terkonsentrasi di Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Dari target 65 persen yang harus terpenuhi di 13 destinasi itu, 70 persen ada di destinasi regeneratif. Berarti sebenarnya DPP lainnya masih sangat kecil,” kata Rizki.

Oleh karena itu, Kemenpar mendorong penguatan sinergi untuk memperluas investasi di destinasi prioritas dan daerah lain yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

Rizki menegaskan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapan proyek investasi pariwisata agar lebih matang, layak ditawarkan, dan menarik bagi investor. Selain itu, daerah juga perlu memperkuat kualitas infrastruktur pendukung, konektivitas, serta diversifikasi produk dan layanan wisata. 

Penciptaan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi dan kepastian hukum juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor.

“Menteri Pariwisata telah meminta kami membuat satu forum di mana nantinya daerah-daerah yang memiliki proyek untuk bisa dipertemukan dengan calon investor,” ujar Rizki.

Dalam pengembangan produk industri pariwisata, Rizki menjelaskan terdapat enam tren utama yang membentuk preferensi wisatawan global saat ini, yakni nature and adventure, eco-friendly tourism, culinary and gastronomy, cultural immersion, wellness tourism, dan bleisure.

“Ada tren-tren yang sedang berkembang di market yang nanti larinya ke produk wisata. Jadi bagaimana dalam membentuk produk wisata, mengaitkan potensi yang ada di daerah dengan tren tersebut,” katanya.

Pergerakan Wisatawan

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan kondisi global saat ini turut memengaruhi pergerakan wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kemenpar Perkuat Kolaborasi untuk Capai Transformasi Pariwisata 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!