Ilustrasi penerbangan dengan polusi udara. (Freepik)
INDOZONE.ID - Perubahan iklim yang ekstrem sangat membuat masyarakat tidak nyaman. Maskapai nasional pun ikut berupaya mengusung net zero emisi di industri aviasi.
Salah satunya Pelita Air yang menerapkan paperless atau pengurangan penggunaan kertas di operation yang mendukung kebijakan carbon reduction. Upaya ini sejalan dengan komitmen kepada penerbangan yang aman dan berkelanjutan.
Paperless digantikan dengan penerapan teknologi, yang langsung diintegrasikan dalam navigasi dan aircraft performance.
Baca Juga: Rehat Sejenak di Tebet Eco Park, Rekomendasi Tempat Santai di Kawasan Rendah Emisi
Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan mengatakan, di masa sekarang saatnya meminimalisir risiko perubahan iklim dengan mendukung transisi energi. Sekaligus mencapai target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat.
"Penerapan paperless operation berkontribusi dalam pengurangan penggunaan kertas di operation, seperti komitmen kepada penerbangan yang berkelanjutan," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Sementara itu, “Green Operating Procedure” juga telah diterapkan di dalam operasional penerbangan pesawat. Semua bertujuan agar pemakaian bahan bakar dapat lebih efisien dan dapat berkontribusi di dalam kebijakan carbon reduction.
Di dalam pesawat ini juga terdapat Electronic Flight Bag (EFB) level 2. Perangkat yang memudahkan awak maskapai dalam bekerja.
"EFB adalah sebuah perangkat digital yang diintegrasikan dengan sistim operasi dan pesawat yang memandu dan menyediakan data, khususnya pada saat take off dan landing yang berhubungan dalam hal keselamatan penerbangan," terang Dendy.
Karena keselamatan penerbangan tentu jadi yang utama. Dengan menggunakan perangkat digital ini, pasti akan efisien dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: