Setiap orang punya cara sendiri dalam menikmati liburannya. Tapi, pria bernama Ganesha Balakrishnan punya cara unik saat keliling dunia.
Pria asal Singapura tersebut memilih untuk melakukan perjalanan dari Singapura ke Kanada tanpa pesawat, melainkan berjalan dan numpang dengan orang-orang yang dijumpainya.
Keputusan tersebut diambilnya saat Ganesha berusia 20 tahun, di mana dia baru saja menyelesaikan wajib militer. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan sebelum mulai kuliah ke Kanada. Ganesha kemudian memutuskan untuk pergi ke Kanada dengan berjalan.
Baca juga: Perusahaan Travel Ini Tawarkan Liburan Keliling Dunia Cukup Bayar Rp17 Juta, Tertarik?
Itu artinya Ganesha mengunjungi beberapa negara sebelum akhirnya sampai di Kanada. Berkunjung ke berbagai negara juga impian Ganesha sejak kecil.
Dilansir Vice, Ganesha melakukan perjalanan ke Eropa dengan cara menumpang.
"Saya terpaksa menumpang karena saya dirampok di Amsterdam, kota Eropa pertama yang saya kunjungi. Uang saya hanya tersisa beberapa euro," kata Ganesha.
“Saya merasa itu adalah panggilan, seolah-olah itu terjadi untuk suatu tujuan. Jadi, saya menumpang dan itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya sudah kecanduan sejak saat itu," tambahnya.
Perjalanan yang dilakukan Ganesha dengan berjalan dan menumpang, total negara yang sudah dikunjunginya ialah 23 negara dari November 2018 hingga Agustus 2019.
Dari Singapura, ia pergi ke Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Di seberang Sungai Mekong, dia naik perahu.
Kemudian dari China lanjut ke Korea Utara, lalu melakukan perjalanan melintasi Asia Tengah, sebelum menuju ke Eropa. Ketika dia sampai di Jerman, dia naik kapal kargo melintasi Samudra Atlantik ke Amerika Serikat.
Akhirnya, dia bertemu orang tuanya di New York dan pergi ke Montreal. Balakrishnan mengatakan bahwa dia memiliki anggaran harian sebesar Rp297 ribu. Hal itu membuat dia harus mencari penginapan gratis.
Perjalanan unik Ganesha membuatnya memiliki banyak teman diberbagai negara dan masih berhubungan sampai sekarang dengannya.
Di Vietnam, dia tinggal dengan seorang guru bahasa Inggris yang siswanya dia ajak berkeliling kota Hu?. Dia bahkan membantu mengajar bahasa Inggris kepada para siswa.
Baca juga: Liburan ke Sarae Hills Bandung Berasa Keliling Dunia, Banyak Spot Foto Ikon Negara Lain
Ketika dia tidak punya tempat tinggal di Beijing, dia berkemah di Tembok Besar di tengah musim dingin. Di Iran, dia merasakan suasana pesta bawah tanah negara itu. Dan di Uzbekistan, dia tinggal di karavan di Bukhara, salah satu kota utama di jalur kuno Jalur Sutra.
“Indahnya bepergian seperti itu adalah Anda akan tersesat. Saya tahu kedengarannya klise, tetapi ketika Anda tersesat, Anda melihat sisi lain negara yang tidak pernah Anda duga. Anda bisa bertemu orang-orang yang seharusnya tidak Anda temui, ”katanya.
“Di Iran, meskipun negara sedang mengalami semacam bencana ekonomi, orang-orang di sana berusaha keras untuk memasak makanan yang sangat mahal untuk saya dan memberi saya makan tiga kali sehari,” tambahnya.
Tahun lalu, Ganesha menulis buku tentang pengalamannya berjudul The Long Direction: A flightless journey from Singapore to Canada.
Foto-foto perjalanannya juga ia bagikan di media sosial Instagram dan Facebooknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: