Museum Louvre. (REUTERS/Regis Duvignau)
INDOZONE.ID - Paris mendadak geger! Museum Louvre, salah satu museum paling terkenal di dunia terpaksa ditutup setelah terjadi pencurian menggemparkan pada Minggu (19/10/2025).
Pihak kepolisian Prancis mengatakan, lebih dari 60 penyidik kini dikerahkan untuk mengusut kasus ini. Mereka mencurigai adanya kelompok kriminal terorganisir di balik aksi cepat dan nekat tersebut.
Baca juga: V BTS Jadi Sorotan di Paris Fashion Week, Dampak Ekonominya Tembus Rp217 Miliar!
Penutupan mendadak ini bikin banyak turis kecewa. Sejak pagi, antrean panjang sudah terlihat di depan piramida kaca ikonik Louvre. Tapi harapan mereka pupus ketika pihak museum mengumumkan:
"Museum Louvre ditutup sementara hingga Rabu (22/10/2025) esok."
Jesslyn Ehlers (38), turis asal Amerika Serikat, tak bisa menutupi rasa kecewanya.
“Kami sudah rencanakan kunjungan ini berbulan-bulan. Sekarang harus pesan tiket ulang lagi,” ujarnya kepada AFP.
Turis lain, Carol Fuchs, bahkan sempat mengantre 45 menit sebelum tahu kabar pahit itu. “Saya ragu perhiasannya bakal ditemukan. Hilang sudah,” katanya pasrah.
Baca juga: Pencurian Berharga di Museum Louvre Paris: Delapan Benda Hilang
Bayangkan, aksi pencurian ini cuma berlangsung 7 menit! Para pencuri datang sekitar pukul 09.30 pagi, hanya 30 menit setelah Louvre buka.
Mereka memarkirkan truk bertangga seperti mobil pindahan, lalu memanjat ke lantai atas dan memotong jendela menggunakan alat khusus. Dari sana, mereka masuk dan membobol etalase berisi perhiasan kerajaan yang nilainya tak ternilai.
Barang-barang yang dicuri adalah kalung zamrud dan berlian pemberian Napoleon Bonaparte untuk istrinya, Permaisuri Marie-Louise. Diadem atau hiasan kepala kerajaan mewah milik Permaisuri Eugenie dengan hampir 2.000 berlian.
Serta kalung berlapis safir dan 631 berlian milik Ratu Marie-Amelie. Total ada 8 perhiasan antik yang raib, sementara satu mahkota gagal dibawa kabur karena terjatuh saat pencuri melarikan diri.
Kasus ini bikin citra Prancis tercoreng. Menteri Kehakiman Gerald Darmanin bahkan mengaku kecewa berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AFP