Atraksi kembang api menutup Jakarta Fair 2025 (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Setelah hampir sebulan digelar, Jakarta Fair 2025 resmi ditutup dengan pesta kembang api meriah pada Minggu (13/7/2025) malam.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menyebut jumlah pengunjung tembus hampir 6 juta orang, dan pendapatan acara ini mencapai Rp7,3 triliun.
Jakarta Fair 2025 menjadi salah satu gelaran terbesar tahun ini, yang telah dibuka sejak 19 Juni lalu. Rano Karno menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dan hasil ekonomi yang melampaui ekspektasi.
“Pendapatan juga melebihi target, hampir Rp7,3 triliun. Ini menandakan bahwa secara ekonomi Jakarta fine-fine saja,” ucap Rano saat memberi sambutan penutupan.
Baca juga: Jakarta Fair Berubah Jadi Lautan Manusia, 7 Hal Ini Penting Kamu Perhatikan
Meski begitu, Rano juga mengakui ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Salah satunya durasi Jakarta Fair yang tahun ini hanya berlangsung sekitar tiga minggu dari yang biasanya sebulan.
“Cuma tiga minggu. Jadi tahun depan sebulan full. Harus sebulan full,” katanya.
Selain itu, tiket masuk juga menjadi sorotan. Banyak pengunjung mengeluhkan harga tiket di akhir pekan yang dirasa terlalu mahal. Hal ini akan masuk dalam daftar evaluasi.
“Kita juga dapat masukan, misalnya, maaf, tiket mahal. Nanti kita evaluasi. Karena memang kalau Sabtu, weekend, pasti mahal,” ujar Rano.
Dia berharap, pada 2026 mendatang, Jakarta Fair bisa digelar lebih besar lagi. Apalagi, Jakarta akan menuju usia ke-500 tahun di 2027. Perayaan itu disebut bakal jadi momen penting untuk menghadirkan event yang lebih spektakuler.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa ketemu dengan Jakarta Fair yang jauh lebih besar lagi. Karena insya Allah pada tahun 2027 Jakarta akan berusia 500 tahun. Artinya Jakarta Fair akan lebih besar daripada tahun-tahun ini," harapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan