Selasa, 21 JANUARI 2025 • 10:20 WIB

Asal-usul Laksa Bogor, Jejak Sejarah dan Upaya Pelestarian Tradisi Kuliner Lokal

Author

Ilustrasi laksa bogor.

INDOZONE.ID - Kabupaten Bogor, dengan kekayaan budaya dan sumber daya alamnya, memiliki beragam sajian khas yang lahir dari proses sejarah dan interaksi budaya.

Salah satunya adalah laksa Bogor, hidangan tradisional yang menjadi simbol identitas lokal dan bukti kekayaan kuliner daerah.

Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki identitas budaya lokal yang khas.

Asal Usul Laksa Bogor

Laksa di Indonesia merupakan hidangan hasil perpaduan budaya kuliner Tionghoa dan tradisi lokal Nusantara.

Sebagai salah satu kuliner khas peranakan, laksa mencerminkan interaksi budaya antara pedagang Tionghoa dan masyarakat lokal.

Komunitas peranakan ini membawa identitas mereka ke dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk makanan, yang kemudian beradaptasi dengan bahan-bahan lokal seperti cabai dan santan.

Baca Juga: Meski Tergerus oleh Zaman, Pedagang Laksa di Cikarang Ini Tetap Bertahan

Dalam "Tastes of hybrid belonging: Following the laksa trail in Katong, Singapore', J Duruz menyebutkan bahwa komunitas peranakan membawa identitas mereka yang tercermin dalam gaya berpakaian, arsitektur, makanan, serta afiliasi politik.

Nama "laksa" juga masih menjadi perdebatan. Ada teori yang menyebutkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Kanton liet’sa, yang berarti "pasir berbumbu," merujuk pada tekstur kuah laksa yang sering dicampur ebi bubuk.

Adapun dalam tulisannya bertajuk "Indonesian Traditional Culinary Icons" (2013), Winarno menyatakan bahwa laksa berasal dari bahasa India laksah, yang berarti bihun, mengacu pada salah satu komponen utama dalam hidangan ini.

Laksa Bogor memiliki sejarah yang panjang hingga masa kerajaan di Jawa Barat. Saat itu, laksa dibuat sebagai santapan istimewa bagi keluarga kerajaan.

Resepnya dirahasiakan dan hanya diwariskan kepada orang-orang terpilih dalam lingkaran istana.

Keunikan Cita Rasa Laksa Bogor

Di Kabupaten Bogor, laksa menjadi salah satu kuliner khas yang sangat digemari.

Salah satu laksa yang sangat populer di Kabupaten Bogor adalah laksa Cihideung, yang sering dijajakan dengan cara berkeliling.

Ciri khas dari laksa ini adalah karena menggunakan oncom merah, yang memberikan sentuhan rasa gurih dan sedikit pedas.

Kuah laksa Cihideung memiliki kekentalan yang khas, dibuat dari santan yang dimasak dengan teliti sampai berwarna kekuningan.

Bumbu-bumbunya meliputi rempah-rempah khas Nusantara, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, ketumbar, serai, temu mangga, merica, garam, dan daun salam.

Kombinasi ini memberikan rasa yang sangat kompleks, menyatu dengan kuah santan yang gurih dan sedikit pedas.

Proses penyajian pun cukup menarik dan berbeda dari laksa pada umumnya.

Sebelum disajikan, bahan-bahan utama seperti bihun, tauge, oncom, dan daun kemangi harus diseduh beberapa kali dengan kuah panas.

Ini bertujuan untuk memastikan bahan-bahan tersebut matang dengan sempurna dan meresap rasa dari kuah santan.

Setelah itu, bahan-bahan tersebut disusun dalam piring saji bersama potongan ketupat, tahu yang direbus dalam kuah santan, dan taburan serundeng.

Untuk menambah kenikmatan, hidangan ini dilengkapi dengan telur ayam rebus atau suwiran daging ayam.

Sebagai pelengkap, ditambahkan sambal cuka yang memberikan rasa ayam pedas yang menyempurnakan cita rasa laksa.

Pelestarian Laksa sebagai Identitas Budaya Kabupaten Bogor

Laksa Kabupaten Bogor, khususnya Laksa Cihideung, bukan hanya menjadi hidangan tradisional yang populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan.

Baca Juga: Makan Mi Laksa a la Singaura, Gak Perlu Jauh-Jauh ke Negaranya!

Dikutip dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat vol 4 no 2 (2022), pelestarian kuliner ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda.

Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui pendidikan budaya di sekolah-sekolah, pengenalan laksa dalam festival kuliner, serta dukungan kepada UMKM yang memproduksi dan menjual hidangan ini.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga berperan penting dengan mempromosikan Laksa Bogor melalui media sosial dan platform kuliner online.

Selain itu, langkah mendaftarkan laksa sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh lembaga terkait, dapat memperkuat statusnya sebagai simbol identitas budaya.

Dengan rasa yang kaya dan sejarah yang mendalam, Laksa Kabupaten Bogor tidak hanya menjadi sajian khas, tetapi juga cerminan dari keanekaragaman budaya Indonesia yang patut dilestarikan.

Oleh sebab itu, diperlukan peran Masyarakat dan pemerintah daerah dalam pelestarian tersebut.

Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemdikbud.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU