Selasa, 21 JULI 2026 • 21:37 WIB

Perbedaan Bakmi dan Mie Ayam, Ternyata Bukan Cuma soal Topping

Author

Perbedaan Bakmi dan Mie Ayam, ilustrasi Bakmi dan Mie Ayam. (AI/ChatGPT)

INDOZONE.ID - Makanan olahan mie merupakan salah satu favorit di Indonesia. Sulit menemukan orang Indonesia yang tidak suka memakan mie.

Di Indonesia, ada dua makanan olahan mie yang amat terkenal, yaitu Bakmi dan Mie Ayam. Akan tetapi, karena mirip, orang-orang kerap menyamakannya.

Perbedaan Bakmi dan Mie Ayam, ilustrasi Bakmi. (Magnific)

Tidak bisa dipungkiri, penampakan Bakmi dan Mie ayam sangat mirip secara kasat mata. Akan tetapi, ada perbedaan di antara dua makanan ini.

Secara asal-usul, Bakmi berasal dari China yang masuk ke Indonesia. Makanan ini pertama kali masuk ke Indonesia pada ratusan tahun lalu.

Baca juga: Bakmi Kepiting Asli Pontianak: Gurihnya Bikin Kangen, Harumnya Bikin Pulang!

Nama Bakmi terdiri dari dua suku kata Bahasa Hokkien, yaitu Bak artinya daging dan Mi yang berarti mie. 

Makanan ini awalnya menggunakan daging babi sebagai topping, sebelum menggunakan ayam untuk menyesuaikan dengan budaya di Indonesia. 

Bakmi kini dapat dijumpai dengan topping sapi atau bahan lain, selain ayam. Biasanya, Bakmi bercita rasa lebih asin.

Di sisi lain, Mie Ayam merupakan adaptasi dari Bakmi yang lebih melokal. Mie Ayam dapat sentuhan bumbu khas Nusantara, seperti kecap manis, kuah kaldu ayam, dan rempah-rempah. Rasa Mie Ayam cenderung manis dan gurih.

Yuk, simak perbedaan Bakmi dan Mie Ayam di bawah ini biar kamu gak salah sebut lagi!

Perbedaan Bakmi dan Mie Ayam

1. Tekstur Mie

Bakmi memakai mie yang lebih kenyal. Sebab, mie untuk bakmi dibuat dengan tepung terigu dan telur yang dikombinasikan dengan soda kue, demi mendapatkan kekenyalan. 

Mie Ayam justru memakai mie yang tidak sekenyal Bakmi. Mie pada Mie Ayam dibuat dengan tepung terigu dan air, terkadang tanpa telur, sehingga lebih lembut.

2. Ukuran Mie

Selain tekstur, ukuran mie pada Bakmi dan Mie Ayam pun berbeda. Mie pada Bakmi lebih kecil daripada Mie Ayam yang berukuran tebal dan sedikit besar.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Bakmi ialah direbus, kemudian dibilas dengan air dingin untuk menjaga kekenyalan mie sekaligus menghentikan proses masak. 

Setelahnya, mie diaduk dengan minyak, baik minyak ayam maupun wijen, supaya tidak lengket dan ada aroma khas. Lalu, topping ayam diberikan di atas Bakmi.

Berbeda dengan Bakmi, Mie Ayam langsung direbus lalu dicampur minyak serta bumbu dasar. Setelah siap, Mie Ayam akan diberikan topping ayam dan kuah.

Perbedaan Bakmi dan Mie Ayam, ilustrasi Mie Ayam. (Magnific)

4. Penyajikan Kuah

Kuah pada Bakmi ditempatkan pada mangkuk terpisah. Kamu bisa menyesuaikan jumlah kuah sesuai selera saat memakannya. Sebaliknya, kuah pada Mie Ayam disajikan bersamaan dalam mangkuk.

Baca juga: Bakmi Gang Kelinci: Mie Legendaris Favorit Tak Lekang Zaman, Antrean Nggak Pernah Bohong!

5. Topping Ayam

Bakmi menggunakan topping ayam yang berwarna pucat, karena bumbunya lebih sederhana. Sebaliknya, topping ayam pada Mie Ayam memakai bumbu kecap yang kaya rempah, sehingga berwarna lebih cokelat.

6. Pelengkap

Bakmi punya banyak versi dengan topping beragam. Kamu bisa menemukan Bakmi dengan topping ayam cincang, jamur, daging sapi, daging babi, hingga seafood. Bakmi juga umum dikonsumsi dengan pangsit rebus dan bakso. Selain itu, saus pada bakmi bervariasi, mulai dari gurih hingga sedikit manis.

Di sisi lain, Mie Ayam umumnya disajikan dengan ayam kecap, sawi rebus, sambal, bawang goreng, pangsit, baik goreng maupun rebus, dan bakso. Rasa manis dan gurih merupakan nilai plus dari Mie Ayam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @bayoranteknik, Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU