Selasa, 14 JULI 2026 • 13:16 WIB

Apa Arti "Shot" Dalam Kopi? Berikut Penjelasannya

Author

Ilustrasi es kopi. (Magnific)

INDOZONE.ID - Bagi pecinta kopi, istilah "shot" pasti sering didengar. Istilah ini bukan sekadar gaya, melainkan satuan ukur espresso yang menentukan kekuatan rasa dan kadar kafein dalam secangkir kopi.

Saat memesan latte atau cappuccino, kedai kopi biasanya secara default menggunakan double shot sebagai basis espresso

nya. Bagi yang menginginkan rasa lebih ringan atau kadar kafein lebih rendah, bisa meminta "single shot" sebagai gantinya.

Sebaliknya, jika ingin rasa kopi lebih kuat tanpa menambah volume susu, pelanggan bisa meminta tambahan "extra shot" pada minuman yang dipesan.

Baca juga: Ngopi Sudah Jadi Culture Gen Z, Es Kopi Susu Honey Kini Jadi Minuman Sehat Favorit

"Shot" adalah hasil ekstraksi dari sejumlah bubuk kopi, biasanya sekitar 7-9 gram, yang diseduh dengan tekanan tinggi selama kurang lebih 25-30 detik.

Hasilnya berupa cairan pekat berwarna cokelat gelap sekitar 30 ml, lengkap dengan lapisan crema keemasan di atasnya yang menjadi ciri khas espresso berkualitas.

Jenis-Jenis Shot dan Perbedaannya

1.Single Shot (1 Shot)

Menggunakan takaran bubuk kopi sekitar 7-9 gram dengan volume hasil sekitar 30 ml. Rasa yang dihasilkan cenderung lebih ringan, dengan kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan double shot.

2.Double Shot (2 Shot/Doppio)

Menggunakan takaran bubuk kopi sekitar 14-18 gram, dua kali lipat dari single shot, dengan volume hasil sekitar 60 ml.

Ini adalah standar default di kebanyakan kedai kopi modern saat memesan espresso maupun kopi berbasis espresso seperti latte dan cappuccino. Rasa yang dihasilkan lebih kuat dengan kadar kafein yang lebih tinggi.

3. Ristretto (Shot Pendek)

Menggunakan takaran bubuk yang sama dengan single atau double shot, namun volume air yang diekstraksi jauh lebih sedikit, sekitar 15-20 ml untuk single dose.

Waktu ekstraksi juga lebih singkat, sehingga menghasilkan rasa yang lebih pekat dan manis, dengan tingkat kepahitan yang lebih rendah karena proses ekstraksi dihentikan sebelum senyawa pahit ikut terekstrak.

4. Lungo (Shot Panjang)

Kebalikan dari ristretto, lungo menggunakan volume air yang lebih banyak, sekitar 45-60 ml untuk single dose, dengan waktu ekstraksi yang lebih lama.

Rasa yang dihasilkan lebih ringan namun sedikit lebih pahit, karena senyawa pahit ikut terekstrak lebih banyak seiring bertambahnya volume air.

Pengaruh Terhadap Rasa dan Kadar Kafein

Secara umum, ristretto menghasilkan rasa paling pekat dan manis meski volumenya kecil. Single shot memberikan rasa dan kafein pada level standar, sementara double shot menghasilkan rasa lebih kuat dengan kadar kafein hampir dua kali lipat dari single shot.

Lungo, di sisi lain, memiliki rasa lebih ringan namun kadar kafeinnya sedikit lebih tinggi dari single shot karena volume air yang lebih banyak melewati bubuk kopi.

Saat memesan latte atau cappuccino, kedai kopi biasanya secara default menggunakan double shot sebagai basis espresso-nya.

Baca juga: Home Brewing Kian Populer, Masyarakat Ingin Kopi Lebih Personal

Bagi yang menginginkan rasa lebih ringan atau kadar kafein lebih rendah, bisa meminta "single shot" sebagai gantinya.

Sebaliknya, jika ingin rasa kopi lebih kuat tanpa menambah volume susu, pelanggan bisa meminta tambahan "extra shot" pada minuman yang dipesan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Quora, Nescafe

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU