Jumat, 13 MARET 2026 • 16:05 WIB

Menyelami Sejarah Turkish Delight, Permen Favorit Sultan yang Jadi 'Rebutan' di Narnia

Author

Ilustrasi turkish delight (freepik). 

INDOZONE.ID - Siapa yang tidak kenal dengan turkish delight? Permen manis bertekstur kenyal ini mendadak populer secara global berkat film The Chronicles of Narnia. 

Namun, tahukah Anda bahwa camilan legendaris ini punya sejarah panjang yang melibatkan keinginan seorang Sultan Kekaisaran Ottoman hingga rahasia di balik teksturnya yang unik?

Dirangkum dari tayangan YouTube Aegean Delight, berikut adalah fakta-fakta menarik dan sejarah di balik manisnya permen yang disebut Lokum ini.

Baca juga: Jus Jeruk Enaknya Dicampur Apa? Ini Kombinasi Terbaiknya

Berawal dari Sakit Gigi Sang Sultan

Sejarah turkish delight diyakini bermula pada akhir abad ke-18 di Istanbul. 

Konon, Sultan Kekaisaran Ottoman saat itu, Abdulhamid I, merasa bosan dan lelah harus mengonsumsi permen yang keras. 

Karena ingin memanjakan giginya yang sensitif, sang Sultan memerintahkan para ahli manisan di istana untuk menciptakan permen dengan tekstur yang lembut.

Dari perintah inilah lahir permen yang dalam bahasa Turki disebut Lokum. 

Baca juga: Bikin Kangen Rumah! Ini 5 Menu Wajib Saat Hari Raya Idul Fitri

Nama ini berasal dari bahasa Arab, rahat-ul-hulkum, yang secara harfiah berarti "kenyamanan bagi tenggorokan".

Sosok Haji Bekir dan Revolusi Resep

Selain kisah Sultan, ada teori kuat lain yang menyebutkan nama Haci Bekir Effendi sebagai penemu Lokum modern. 

Ia membuka toko manisan di Istanbul dan menjadi sangat terkenal hingga Sultan Mahmud II mengangkatnya menjadi kepala pembuat manisan di istana.

Awalnya, turkish delight dibuat menggunakan molase (tetes tebu) dan tepung terigu. 

Baca juga: Fakta Unik Ramadan: Buku Resep di Afrika Selatan Ini Pakai Kata Sunda “Boeka”

Namun, seiring ditemukannya gula pasir murni dan tepung jagung (maizena) pada abad ke-19, Haji Bekir mengubah resepnya. 

Penggunaan tepung jagung inilah yang memberikan tekstur kenyal khas yang kita kenal hingga saat ini.

Menembus Pasar Barat dengan Nama Unik

Permen ini mulai dikenal di dunia Barat pada abad ke-19 berkat para pelancong Inggris yang membawanya pulang sebagai oleh-oleh eksotis. 

Lucunya, saat pertama kali diperkenalkan melalui majalah Punch di Inggris pada tahun 1861, permen ini sempat dinamakan "Lumps of Delight" atau bongkahan kenikmatan. 

Baca juga: Negara dengan Makanan Terpedas di Dunia, Ada Indonesia dan Thailand

Beruntung, nama turkish delight akhirnya lebih populer dan melekat hingga sekarang.

'Emas' di Masa Perang dan Narnia

Mengapa Edmund Pevensie dalam kisah Narnia rela mengkhianati saudaranya demi turkish delight? 

Jawabannya ada pada sejarah masa sulit Inggris. Penulis C.S. Lewis menulis buku tersebut di masa Perang Dunia II, di mana gula dan permen adalah barang yang sangat langka dan dijatah oleh pemerintah.

Bagi anak-anak di masa itu, turkish delight yang terbuat hampir seluruhnya dari gula adalah kemewahan luar biasa yang tak terjangkau. 

Baca juga: Cara Membuat Duel Bangkit Khas Riau yang Enak, Sajian Wajib Lebaran

Hal inilah yang mendasari mengapa permen ini digambarkan sebagai godaan yang begitu hebat.

Rahasia Pembuatan yang Rumit

Meski bahan dasarnya sederhana gula, air, dan tepung jagung membuat turkish delight yang sempurna ternyata tidak mudah. 

Diperlukan suhu yang sangat presisi (sekitar 250 derajat Fahrenheit atau 121 derajat Celsius) dan proses pengadukan selama 1,5 hingga 2 jam untuk mendapatkan tekstur amber yang transparan dan kenyal.

Kini, turkish delight hadir dengan berbagai varian rasa mulai dari mawar (rose), jeruk, hingga campuran kacang pistachio dan kenari yang dipanggang dua kali (double roasted).

Baca juga: Resep Palm Cheese Cookies yang Renyah dan Gurih, Favorit Saat Lebaran

Bagi Anda yang ingin mencicipinya secara autentik, masyarakat Turki biasanya menyajikan permen ini berdampingan dengan secangkir kopi Turki yang pahit untuk menyeimbangkan rasa manisnya yang pekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube Aegean Delight

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU