Potret buku resep Boeka Treats (Sumber: Boorhanol Islam Movement)
INDOZONE.ID - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah puasa, bulan suci ini juga kaya dengan tradisi, budaya, hingga kuliner khas yang muncul di berbagai negara.
Menariknya, ada satu kisah unik dari South Africa yang berkaitan dengan tradisi berbuka puasa. Kisah tersebut berkaitan dengan sebuah buku resep hidangan Ramadan bernama Boeka Treats. Yang mengejutkan, nama “boeka” dalam buku tersebut ternyata berasal dari bahasa Indonesia, tepatnya dari bahasa Sunda.
Kemunculan Boeka Treats pertama kali diinisiasi pada tahun 1999 oleh organisasi Islam Borhanool Islam Movement. Buku ini berisi kumpulan resep berbagai kudapan dan hidangan yang biasa disajikan saat berbuka puasa.
Istilah “boeka” sendiri merupakan adaptasi dari kata “buka” dalam bahasa Sunda yang berarti berbuka puasa. Penggunaan kata tersebut tidak lepas dari sejarah panjang komunitas Muslim di Afrika Selatan, khususnya di Cape Town, yang memiliki hubungan erat dengan Nusantara.
Baca juga: Mengenal 3 Buku Resep Masak Kuno Indonesia
Sejarah mencatat bahwa Muslim pertama yang datang ke Afrika Selatan merupakan orang-orang yang diasingkan atau diperbudak oleh pemerintah kolonial Dutch East India Company pada masa Dutch colonial period in Indonesia. Mereka dibawa ke Cape Town sejak abad ke-17.
Sebagian dari mereka berasal dari wilayah Nusantara, termasuk dari Pulau Jawa. Meski hidup dalam kondisi sulit, para pendatang tersebut tetap mempraktikkan ajaran Islam serta mempertahankan tradisi dan budaya mereka.
Komunitas ini kemudian dikenal sebagai Cape Malays, karena bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar atau lingua franca di antara para Muslim yang berasal dari berbagai latar belakang.
Hingga kini, pengaruh budaya Melayu masih dapat ditemukan di kawasan Bo-Kaap, sebuah wilayah bersejarah yang berada di pusat kota Cape Town.
Nama Bo-Kaap sendiri secara harfiah berarti “di atas Cape”. Kawasan ini terletak di lereng Signal Hill dan dikenal dengan deretan rumah berwarna-warni serta sejarah panjang komunitas Muslim Cape Malay.
Bo-Kaap juga menjadi salah satu tempat terbaik untuk menemukan berbagai kuliner khas Cape Malay yang kaya rempah dan memiliki kemiripan dengan hidangan Asia Tenggara.
Di kawasan inilah ide awal penerbitan buku resep Boeka Treats berkembang dan menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadan di Cape Town.
Sejak pertama kali diterbitkan pada 1999, Boeka Treats langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pada awal kemunculannya saja, buku ini telah dicetak hingga sekitar 20.000 eksemplar.
Salah satu tokoh yang terlibat dalam pengembangan buku ini adalah Kiyaam Bassier, putra bungsu dari Imam Abdullah Bassier, pendiri Borhanool Islam Movement.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hikaayat.com