Rabu, 11 MARET 2026 • 19:00 WIB

Fakta Unik Ramadan: Buku Resep di Afrika Selatan Ini Pakai Kata Sunda “Boeka”

Author

Potret buku resep Boeka Treats (Sumber: Boorhanol Islam Movement)

INDOZONE.ID - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah puasa, bulan suci ini juga kaya dengan tradisi, budaya, hingga kuliner khas yang muncul di berbagai negara.

Menariknya, ada satu kisah unik dari South Africa yang berkaitan dengan tradisi berbuka puasa. Kisah tersebut berkaitan dengan sebuah buku resep hidangan Ramadan bernama Boeka Treats. Yang mengejutkan, nama “boeka” dalam buku tersebut ternyata berasal dari bahasa Indonesia, tepatnya dari bahasa Sunda.

Asal-usul Buku Resep Boeka Treats

Kemunculan Boeka Treats pertama kali diinisiasi pada tahun 1999 oleh organisasi Islam Borhanool Islam Movement. Buku ini berisi kumpulan resep berbagai kudapan dan hidangan yang biasa disajikan saat berbuka puasa.

Istilah “boeka” sendiri merupakan adaptasi dari kata “buka” dalam bahasa Sunda yang berarti berbuka puasa. Penggunaan kata tersebut tidak lepas dari sejarah panjang komunitas Muslim di Afrika Selatan, khususnya di Cape Town, yang memiliki hubungan erat dengan Nusantara.

Baca juga: Mengenal 3 Buku Resep Masak Kuno Indonesia

Sejarah mencatat bahwa Muslim pertama yang datang ke Afrika Selatan merupakan orang-orang yang diasingkan atau diperbudak oleh pemerintah kolonial Dutch East India Company pada masa Dutch colonial period in Indonesia. Mereka dibawa ke Cape Town sejak abad ke-17.

Sebagian dari mereka berasal dari wilayah Nusantara, termasuk dari Pulau Jawa. Meski hidup dalam kondisi sulit, para pendatang tersebut tetap mempraktikkan ajaran Islam serta mempertahankan tradisi dan budaya mereka.

Komunitas ini kemudian dikenal sebagai Cape Malays, karena bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar atau lingua franca di antara para Muslim yang berasal dari berbagai latar belakang.

Jejak Kuliner Melayu di Cape Town

Hingga kini, pengaruh budaya Melayu masih dapat ditemukan di kawasan Bo-Kaap, sebuah wilayah bersejarah yang berada di pusat kota Cape Town.

Nama Bo-Kaap sendiri secara harfiah berarti “di atas Cape”. Kawasan ini terletak di lereng Signal Hill dan dikenal dengan deretan rumah berwarna-warni serta sejarah panjang komunitas Muslim Cape Malay.

Bo-Kaap juga menjadi salah satu tempat terbaik untuk menemukan berbagai kuliner khas Cape Malay yang kaya rempah dan memiliki kemiripan dengan hidangan Asia Tenggara.

Di kawasan inilah ide awal penerbitan buku resep Boeka Treats berkembang dan menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadan di Cape Town.

Buku Resep Ramadan yang Sangat Populer

Sejak pertama kali diterbitkan pada 1999, Boeka Treats langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pada awal kemunculannya saja, buku ini telah dicetak hingga sekitar 20.000 eksemplar.

Salah satu tokoh yang terlibat dalam pengembangan buku ini adalah Kiyaam Bassier, putra bungsu dari Imam Abdullah Bassier, pendiri Borhanool Islam Movement.

Menurut Kiyaam Bassier, buku resep tersebut sangat populer di kalangan masyarakat Cape Town, khususnya saat Ramadan tiba. Banyak keluarga yang menggunakan buku ini sebagai panduan untuk menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Seiring berjalannya waktu, jumlah resep dalam Boeka Treats terus bertambah. Setelah lebih dari dua dekade berkembang, pada tahun 2016 pihak penerbit memutuskan untuk membagi buku tersebut menjadi empat volume.

Proses penerbitannya dilakukan secara bertahap, yakni satu volume diterbitkan setiap tahun selama empat tahun. Kini, Boeka Treats tersedia dalam satu set lengkap berisi empat buku yang memuat ratusan resep hidangan berbuka puasa.

Baca juga: Yeay! Leeteuk Super Junior Rilis Buku Resep Masakan

Digemari Warga Lokal hingga Wisatawan

Popularitas Boeka Treats tidak hanya terbatas pada masyarakat lokal Cape Town. Buku ini juga banyak diminati oleh wisatawan mancanegara maupun para pendatang yang pernah tinggal di kota tersebut.

Bagi banyak orang, buku ini tidak hanya sekadar kumpulan resep, tetapi juga menjadi simbol hubungan sejarah antara Afrika Selatan dan Nusantara yang telah terjalin sejak ratusan tahun lalu.

Kisah di balik Boeka Treats menunjukkan bagaimana tradisi kuliner Ramadan dapat menjadi jembatan budaya yang menghubungkan berbagai bangsa, bahkan hingga lintas benua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hikaayat.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU