Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Setiap Pagi Masak Lebih dari 100 Porsi, Intip Dapur MBG untuk Anak Disabilitas di SKh Assalam

Author

Sejumlah anak-anak SKh Assalam 02 Tangsel memakan MBG. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Ratusan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak disabilitas masih disalurkan sejak 2025 lalu. Bahkan, penampakan dapur MBG anak-anak ini diperlihatkan dan diikuti perjalanannya secara langsung.

Pada Selasa pagi, 10 Februari 2026, sejumlah rekan media berkunjung ke SKh Assalam 01 & 02 di Tangsel untuk melihat langsung anak-anak saat menerima MBG. Mereka makan bersama dan tampak menikmati semua lauk yang disajikan.

Kepala Sekolah SKh Assalam 02, Rais Abdillah Syarief, mengatakan ada lebih dari 100 siswa dengan kondisi tunagrahita dan tunarungu di sekolah ini yang menerima MBG dari Grab dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). Pihak sekolah beserta orang tua murid mengaku sangat senang ketika mendapat MBG.

“Saya merasakan bahwa orang tua senang, karena mereka tidak repot lagi menyiapkan makanan untuk anak. Dan juga dari sekolah, bisa sekaligus mengedukasi tentang makanan sehat,” ujar Rais kepada wartawan di kawasan Ciater, Tangerang Selatan.

Menariknya, makanan yang disajikan untuk siswa memiliki standar gizi yang menyesuaikan dengan kondisi anak disabilitas. Setiap porsi MBG tersaji di tray makanan yang berisi lauk pauk sehat.

Mulai dari nasi, sayuran, makanan yang mengandung protein, buah, dan susu, semuanya disajikan tanpa MSG serta menghindari bahan makanan gluten yang bisa memperburuk kondisi anak.

“Ditambah juga kondisi kontrolnya bagus di sini. Karena memang untuk anak-anak berkebutuhan khusus ada beberapa yang tidak boleh dikonsumsi. Misalnya MSG berlebih atau mungkin gluten, jadi harus selektif,” ungkap Rais.

Baca juga: Minyak Jelantah MBG Dijual Dua Kali Lipat, Jadi Bahan Bakar Singapore Airlines

Intip Langsung Kondisi Dapur MBG

Dapur MBG untuk Anak Disabilitas di SKh Assalam. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)

Selanjutnya, rombongan berkesempatan berkunjung ke dapur MBG yang berlokasi di Omah Kulina Bintaro. Ternyata, Grab menunjuk mitra merchant-nya untuk membuat MBG khusus anak disabilitas di SKh Assalam 01 & 02.

Pemilik Dapur MBG Omah Kulina Bintaro, Syrlie, mengatakan kolaborasi ini sudah berjalan hampir satu tahun. Setiap hari, dengan penuh kesabaran dan ketelitian, ia memasak ratusan porsi MBG tersebut.

“Kurang lebih satu tahun memasak MBG ini. Setiap pagi dapur kami penuh peralatan, semua kompor menyala, ada yang menggoreng dan merebus sesuai menu hari itu. Stok sudah disiapkan H-1 dan driver Grab akan menjemput makanan saat sudah jadi,” ujar Syrlie.

Syrlie juga menunjukkan menu masakan yang dibuat untuk anak disabilitas hari itu sejak pukul 05.30 WIB hingga 08.00 WIB. Dalam satu wadah berisi nasi, susu, tahu kukus, ayam teppanyaki, dan buah jeruk.

Sejak H-1, stok bahan untuk mengolah MBG selalu dalam kondisi segar. Sementara buah dan sayur biasanya datang pada pagi hari. Setelah masakan matang, driver Grab akan menjemput dan mengantarkan MBG ke sekolah dengan mobil sesuai standar.

“Saya melayani satu sekolah 130–140 porsi setiap hari. Menu kami sedikit spesial, makanannya tidak boleh tepung dan MSG, gula garam terbatas, karena mereka tidak boleh konsumsi gluten. Dan saya memastikan menu ini sesuai standar agar aman dikonsumsi anak disabilitas,” kata Syrlie.

Syrlie juga menyebut dirinya jarang mengalami kendala saat memasak menu MBG. Bahkan setiap bulan, ia berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk konsultasi dan mendapatkan pengarahan soal pemilihan gizi anak yang tepat.

“Kami pernah ditraining untuk masalah kesehatan dan kebersihan. Untuk menu dibebaskan selama sesuai standar kalori dan gizi anak-anak, dan itu cukup,” imbuhnya.

Baca juga: Bebas Pangan Olahan Berlebih, Ini Pilihan Menu Sehat MBG Selama Bulan Ramadan

Ketika MBG Dapat Dipertanggungjawabkan

Dalam kesempatan ini, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menegaskan bahwa setiap MBG yang dibagikan kepada anak-anak terjamin keamanan pangannya. Seluruh prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terlebih, seluruh proses MBG didukung sistem digital yang terdokumentasi dengan baik, mulai dari kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman, hingga umpan balik dari pihak sekolah.

“Semua masakan yang diolah dapur MBG itu dari UMKM. Di tempatnya ada CCTV, jadi bisa dimonitor, terutama untuk standar kebersihan. Kalau misalnya ada yang kurang tepat, mungkin tidak pakai masker atau hairnet, bisa langsung diberikan pengingat karena ini standar kualitas dan kebersihan yang ingin ditekankan pemerintah,” ujar Tirza.

Bahkan, seluruh aktivitas penyaluran MBG terlihat di command center Grab dan OVO selama 24/7. Karena itu, transparansi dan higienitas dapur dapat terpantau sepenuhnya.

Sebagai informasi, sejak September 2024, program MBG ini telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, termasuk sekolah khusus. Terdapat lebih dari 4.500 penerima manfaat, baik murid maupun guru, serta melibatkan lebih dari 20 mitra UMKM dan kantin sekolah di 11 kota/kabupaten.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU