Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 11:25 WIB

Gorengan Serangga Jajanan Renyah Asal Gunungkidul yang Ternyata Jadi Sumber Protein

Author

Pakar Etnomologi Dadan Hindayana (tengah duduk) (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)

INDOZONE.ID - Banyak orang belum mengetahui bahwa serangga merupakan salah satu alternatif sumber protein baik untuk tubuh. Walaupun, tidak semua serangga dapat dikonsumsi.

Ada kelompok serangga yang dikenal sebagai edible insect atau serangga layak makan, seperti belalang, jangkrik, laron, anak lebih, dan lainnya. Bahkan, ini menjadi hidangan bernilai tinggi di restoran di luar negeri.

Sumber Protein yang Efisien

Akademisi sekaligus Pakar Etnomologi, Dr. Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa serangga ini bahkan menghasilkan protein jauh lebih efisien dibandingkan hewan lainnya, dalam jumlah protein yang sama.

“Jadi dengan jumlah protein yang sama, serangga itu bisa menghasilkan sejumlah protein yang lebih efisien. Itu enam kali lebih efisien dibandingkan daging sapi, empat kali lebih efisien dibandingkan domba, dan dua kali lebih efisien dibandingkan ayam,” jelas Dadan.

Baca juga: Dinner Fancy Tanpa Ribet, Ini Resep Lasagna Gulung ala Rumahan

Efisiensi ini sebenarnya bisa potensi pemenuhan protein dari serangga di masa depan, apalagi dalam menghadapi tantangan lingkungan serta keterbatasan sumber daya.

Selain itu, Dadan menyebut bahwa saat ini belalang itu sudah diternakan secara masif di China, bahkan sampai diekspor.

Di Indonesia, praktek konsumsi serangga ini bukanlah hal baru. Dadan menjelaskan bahwa di daerah Gunungkidul, Yogyakarta, masih banyak penjual gorengan belalang. Namun, harganya memang lebih mahal dibandingkan gorengan lainnya.

“Jadi kalau di Gunungkidul sampai sekarang, kalau kita datang ke Gunungkidul masih ada ibu-ibu yang jualan di pinggir jalan yang jual gorengan belalang. Dan itu harganya lebih mahal dibandingkan protein lainnya. Karena sifatnya baru kondisional menangkap dari lapangan belum dibudidayakan,” ujarnya.

Baca juga: 7 Villa di Bogor Bujet Rp 500 Ribuan Buat Rame-rame Sekeluarga & Dekat Wisata Curug

Kendala Faktor Kebiasaan

Walaupun Indonesia dinilai punya potensi besar terhadap konsumsi serangga, faktor kebiasaan menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Pola konsumsi yang diterapkan sejak kecil terus terbawa hingga dewasa, yang membuatnya sulit untuk merubahnya.

“Jadi kalau orang tua membiasakan kita makan itu, kita akan terbiasa makan itu. Nah masalahnya seringkali kita dibiasakan untuk    hal-hal yang umum, yang serangga itu tidak dibiasakan,” jelas Dadan.

Kandungan Serangga

Secara umum, serangga memiliki kandungan yang baik untuk tubuh jika dikonsumsi. Selain protein, serangga juga memiliki kandungan seperti vitamin B12.

“Bahkan sebetulnya jangkrik punya vitamin B12 yang bagus. Jadi itu akan sangat menyehatkan,” katanya.

Walaupun dinilai punya potensi besar sebagai sumber protein masa depan. Dadan tetap menegaskan untuk harus hati-hati buat seseorang yang punya alergi, bahkan ada beberapa yang juga beracun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU