Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 10:57 WIB

7 Makanan Pengganti Susu yang Baik untuk Balita: Penuhi Kalsium dan Protein Tanpa Produk Sapi!

Author

Ilustrasi susu sapi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Susu sapi adalah fondasi nutrisi bagi balita. Namun, jika anak memiliki alergi, intoleransi laktosa, atau jika orang tua memilih diet non-susu, nutrisi penting seperti Kalsium, Protein, dan Vitamin D harus dicukupi dari sumber lain.

Berikut kami paparkan 7 makanan padat dan minuman pengganti yang direkomendasikan untuk memastikan balita Anda tetap tumbuh optimal:

1. Susu Kedelai (Soy Milk) yang Diperkaya

ilustrasi Susu Kedelai (freepik/ jcomp)

Susu kedelai adalah pengganti terbaik dari segi komposisi nutrisi makro.

Terlebih, kandungan protein yang dimiliki oleh susu kedelai berada paling tinggi di antara semua susu nabati (sekitar 6-7 gram per gelas), hampir setara dengan susu sapi.

Baca juga: Taman Safari Indonesia Sukses Lahirkan Bayi Panda Raksasa hingga Jadi Sorotan Dunia

2. Yogurt dan Keju Hard Non-Laktosa

Yogurt (Yelena Yemchuk)

Bagi balita yang mengalami intoleransi laktosa ringan, produk susu fermentasi seringkali lebih mudah diterima.

Yogurt (terutama Greek Yogurt) sendiri adalah sumber Protein dan Probiotik yang luar biasa untuk kesehatan usus.

3. Tahu dan Tempe

Ilustrasi tempe (Freepik)

Produk olahan kedelai ini adalah sumber Kalsium dan Protein yang sangat terjangkau dan padat.

Tahu yang diolah dengan kalsium sulfat memiliki kandungan Kalsium yang sangat tinggi. Tempe, sebagai makanan fermentasi, juga mudah dicerna dan kaya Probiotik.

Baca juga: Koper Hype 2025 untuk Liburan Akhir Tahun, American Tourister x Stranger Things Siap Temani Petualanganmu!

4. Sayuran Hijau Gelap (Bayam dan Brokoli)

Ilustrasi sayur bayam. (vegkitchen.com)

Jangan remehkan sayuran sebagai sumber Kalsium! Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kale mengandung Kalsium yang bioavailable (mudah diserap tubuh).

5. Ikan Kecil Bertulang (Teri dan Sarden)

Ilustrasi ikan teri (Freepik)

Untuk Kalsium, tulang ikan adalah sumber terbaik. Ikan teri dan sarden kaleng (yang tulangnya sangat lunak) menyediakan Kalsium yang melimpah, ditambah dengan Vitamin D dan Omega-3 (lemak baik untuk otak).

6. Telur

Ilustrasi telur (Pexels/Pixabay)

Telur adalah sumber nutrisi yang paling lengkap dan fleksibel, berfungsi sebagai pengganti protein utama dari susu.

Telur memang dikenal akan protein hewani berkualitas tinggi dan merupakan salah satu dari sedikit makanan yang secara alami mengandung Vitamin D.

7. Kacang-kacangan dan Biji-bijian Olahan

Kacang Almond (Pexels/Kafeel Ahmad)

Kacang-kacangan adalah sumber lemak baik, protein, dan Kalsium tambahan. Kacang almond, wijen, dan chia seed. 

Khususnya Susu Gandum (Oat Milk) yang diperkaya kalsium, memiliki rasa manis alami dan tekstur creamy yang disukai anak, serta menyediakan serat.

Kunci utama adalah keseimbangan. Jadi, pastikan bahwa jumlah Kalsium dan Protein yang hilang dari susu sapi benar-benar tergantikan oleh makanan-makanan di atas. 

Selalu konsultasikan perubahan diet besar pada balita dengan Dokter Anak atau Ahli Gizi untuk memantau pertumbuhan dan memastikan tidak ada defisiensi nutrisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU