INDOZONE.ID - Wonosobo bukan cuma terkenal karena pemandangan Dieng yang memukau. Kota berhawa sejuk ini juga punya deretan kuliner legendaris yang sudah puluhan tahun menemani warga lokal maupun para pendatang.
Rasanya khas, tempatnya penuh cerita, dan setiap hidangan selalu mampu bikin orang ingin balik lagi. Banyak kuliner legendaris di Wonosobo yang wajib kamu cicipi.
Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Wonosobo, lima kuliner berikut benar-benar wajib kamu datangi ya. Yuk simak!
1. Mie Ongklok Longkrang
Siapa pun yang pernah ke Wonosobo pasti pernah mendengar nama Mie Ongklok Longkrang. Kedai tua ini sudah ada sejak zaman orang tua kita remaja, dan sampai sekarang selalu ramai saat jam makan.
Kelezatannya ada pada kuah kental berbahan tepung tapioka yang dibumbui rempah sederhana, lalu disajikan bersama mie yang dimasak dengan cara “di-ongklok”, alias dicelupkan dalam saringan bambu.
Satu porsi mie biasanya ditemani sate sapi yang dibakar dengan bumbu kacang gurih. Suasana kedainya juga khas sederhana, hangat, dan membuat siapa pun merasa seperti makan di rumah sendiri.
Baca juga: Sejarah Mie Ongklok, Kuliner Jempolan Khas Kabupaten Wonosobo yang Menggugah Selera!
2. Sate Eromoko
Walau namanya Eromoko, kedai sate kambing dan sapi ini sudah lama jadi jujugan warga Wonosobo. Di sini, potongan dagingnya dikenal empuk tanpa bau prengus, sedangkan bumbunya punya racikan lama yang dipertahankan sampai sekarang.
Aromanya langsung menggugah begitu kamu lewat di dekat panggangan.
Tempatnya tidak besar, tetapi justru itu yang membuat pengalaman makan lebih intim. Banyak pelanggan bilang, cita rasanya tetap sama seperti puluhan tahun lalu.
Baca juga: 8 Tempat Wisata di Wonosobo yang Lagi Hits, Bisa Jadi Destinasi Favorit!
3. Empal Gepuk Bu Nasimah
Empal gepuk mungkin terdengar biasa, tapi di tangan Bu Nasimah, masakan ini berubah jadi hidangan nostalgia yang sering dirindukan. Ciri khasnya adalah daging sapi yang dimasak lama sampai lembut, lalu digoreng sebentar sehingga bagian luarnya sedikit karamelisasi.
Rasanya manis, gurih dan wangi rempahnya halus. Kedai ini biasanya ramai di pagi hingga siang hari. Pengunjung sering memadukan empal dengan nasi hangat dan sambal bawang yang pedasnya nendang.
4. Nasi Megono Pasar Induk
Di dekat Pasar Induk Wonosobo, ada beberapa penjual nasi megono yang sudah puluhan tahun berjualan dari pagi buta. Megono adalah parutan nangka muda berbumbu kelapa diolah dengan cita rasa khas kota ini yang lebih gurih dan sedikit pedas.
Biasanya nasi megono disajikan dengan tempe kemul panas, sambal terasi, dan wedang teh gula batu. Sederhana, tapi bikin nagih dan sangat cocok untuk sarapan.
5. Tempe Kemul Kalianget
Tempe kemul adalah ikon jajanan Wonosobo, dan kawasan Kalianget adalah tempat yang paling ramai diburu pencinta camilan ini. Adonannya memakai tepung berbumbu kuning yang digoreng hingga renyah, tetapi tetap lembut di dalam.
Tempe kemul di sini terkenal karena lapisan bumbunya tebal dan harum daun kucai.
Biasanya para wisatawan membeli untuk dimakan di tempat atau dibungkus sebagai oleh-oleh perjalanan naik ke Dieng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rekomendasi Penulis