Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 08:20 WIB

Wow! Titik Koma Berhasil Bikin Es Kopi Gula Aren Mejeng di Pusat Perhatian Bangkok

Author

Kopi gula aren. (Titik Koma)

INDOZONE.ID – Brand kopi lokal Titik Koma go internasional ke panggung internasional KINTO Exhibit di Erawan, Bangkok. Es kopi susu gula aren minuman kreasi yang disukai orang Indonesia diperkenalkan lebih jauh. 

Yap, sepanjang acara yang berlangsung 5–25 November 2025 ini, para barista menyapa pengunjung internasional untuk memperkenalkan kopi terbaik Indonesia. Mereka juga memperlihatkan teknik-teknik membuat kopi yang unik dan meracik es kopi gula aren terbaik. 

Bahkan di sana Titik Koma gak sekadar buka pop-up café biasa, tapi bisa berkolaborasi bersama KINTO, brand lifestyle dan tableware asal Jepang yang dikenal rutin menggandeng kedai-kedai kopi ternama di Asia.

Baca juga: Desa Kemiren Banyuwangi, Simbol Kearifan Lokal Osing dan Tradisi Kopi yang Mendunia

Sajikan Kopi dari 6 Daerah, hingga Ikon Es Kopi Susu Gula Aren

Kopi terbaik lokal. (Titik Koma)

Dalam kesempatan ini, pengunjung internasional pun disuguhkan pengalaman yang sangat curated, perpaduan lifestyle, tableware, hingga specialty coffee dalam suasana tenang dan elegan. Setiap brand kopi tampil bergiliran melalui pop-up cafe selama 2-3 minggu.

Di ajang ini, Titik Koma juga memboyong biji-biji terbaik dari enam daerah penghasil kopi di Indonesia, tepatnya Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Selain itu, menu andalan mereka es kopi susu gula aren juga ikut diperkenalkan ke para pencinta kopi internasional.

Menurut Co-founder & CEO Titik Koma, Andrew Prasetya Goenardi, debut di Bangkok adalah momentum penting untuk memperkenalkan karakter kopi Indonesia ke pasar global.

“Bangkok adalah pusat internasional, tempat bertemunya berbagai budaya. Ini momen untuk menunjukkan seberapa jauh kopi Indonesia, terutama es kopi susu gula aren bisa diterima dan diapresiasi masyarakat internasional,” ujar kepada wartawan.

Andrew mengatakan es kopi gula aren sengaja dipilih sebagai jembatan bagi penikmat kopi kasual sampai pencinta kopi spesialti.

“Bagi masyarakat Indonesia di Bangkok, kami ingin setiap cangkir membawa rasa rumah,” tambahnya.

Baca juga: 7 Kesalahan Fatal saat Minum Kopi yang Gak Boleh Dilakuin, Diam-diam Ganggu Kesehatan!

Eksposur Global dan Momentum Industri Kopi Indonesia

Partisipasi Titik Koma ini ikut mempertegas posisi kopi Indonesia di mata dunia. Terlebih, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor kopi Indonesia pada Januari–Juni 2025 mencapai 206,7 juta kilogram, menandakan permintaan global yang terus meningkat.

KINTO Exhibit sebelumnya juga pernah menghadirkan Mikael Jasin, barista profesional Indonesia yang memenangkan World Barista Championship 2024. Kehadirannya memberi kredibilitas besar bagi ajang ini sekaligus memperkuat reputasi kopi Indonesia di kancah internasional.

Di Bangkok, Titik Koma membawa tema “Find Joy in the Slow,” yang mencerminkan filosofi mereka tentang menikmati hidup dengan ritme yang lebih seimbang.

Sebab, meracik kopi bukan hanya soal hasil akhir, tapi menikmati setiap prosesnya melalui sebuah pesan yang dibawa langsung ke audiens global, dengan kurasi kopi dari tanah Indonesia yang kaya.

Ikon mereka, iced coffee, diracik dengan presisi namun tetap disajikan untuk dinikmati santai dan sejalan dengan konsep slow living yang mereka usung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU