INDOZONE.ID - Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2023 industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 26% dari total emisi gas rumah kaca (GRK) global. Di Indonesia sendiri, sampah kemasan kopi sekali pakai diperkirakan mencapai 1,2 juta ton setiap tahun.
Data ini menjadi pengingat bahwa transformasi perlu dimulai dari para pelaku sekaligus pengguna industri itu sendiri.
Sebagai langkah awal, Kopi Kenangan memperkenalkan konsep gerai ramah lingkungan di Alam Sutera, menandai langkah penting dalam upaya perusahaan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kopi Gula Aren yang Kekinian, Simpel tapi Bikin Ngena di Hati!
Hadirnya gerai ini juga jadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan mewujudkan target dari gerai tersebut agar menjadi perusahaan yang sustainable sekaligus profitable pada tahun 2030.
Gerai ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Lantas, seperti apa upaya perusahaan tersebut dalam menerapkan indikator keberlanjutan? Simak selengkapnya di bawah ini.
Pengurangan dan Pengolahan Sampah
Di Kopi Kenangan Alam Sutera, dilakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta upaya daur ulang untuk mengurangi limbah. Ampas kopi diolah menjadi kompos dan pakan ternak, sementara gelas plastik dan kantong spunbond bekas dikumpulkan untuk didaur ulang.
Inisiatif di gerai ini diestimasikan bisa mengalokasikan lebih dari 9.6 ton sampah (8.640 kg sampah organik dan 960 kg sampah anorganik) dari tempat pembuangan akhir (TPA) dalam satu tahun, atau setara dengan 1 truk pengangkut sampah penuh.
Hal tersebut dirancang untuk efisiensi energi dengan memanfaatkan pencahayaan alami dan peralatan hemat energi. Penggunaan lampu LED, sensor gerak, dan pengaturan suhu AC yang efisien membantu mengurangi konsumsi energi.
Selain itu, mesin kopi dimatikan saat aktivitas sepi, sehingga menghemat listrik sebesar 30.513 kWh per tahun dan mengurangi emisi CO₂e sebesar 26 ton per tahun.
Kemasan Daur Ulang
Selain itu, di gerai Alam Sutera juga menggunakan kemasan dengan sertifikat daur ulang, memilih sumber produk lokal untuk mengurangi emisi karbon, serta memastikan bahan baku dan perlengkapan serta peralatan yang digunakan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Beberapa furniture di gerai ini seperti bangku, meja, dan lampu dibuat dari 546 kg bahan daur ulang sampah plastik atau setara dengan 45.500 gelas plastik Kopi Kenangan Mantan.
Edukasi dan Keterlibatan Pelanggan
Kopi Kenangan Alam Sutera tidak hanya fokus pada operasional hijau, tetapi juga mengajak pelanggan untuk berpartisipasi. Pelanggan dapat menikmati diskon 20% dengan membawa tumbler pribadi, dan juga dapat mengambil kompos dari ampas kopi secara gratis.
Selain itu, gerai ini menyajikan merchandise unik terbuat dari bahan daur ulang plastik, seperti gantungan kunci dan coaster, yang akan segera tersedia di seluruh gerai Kopi Kenangan.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kopi Robusta yang Bikin Kedai Kamu Makin Nendang dan Gak Gampang Dilupain!
“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, tetapi sebuah keharusan terutama bagi para pelaku di industri F&B. Gerai ramah lingkungan ini adalah langkah awal kami dalam mengurangi jejak lingkungan, serta menjawab harapan konsumen kami yang mayoritas adalah generasi muda, terhadap kepedulian isu lingkungan,” ujar Edward Tirtanata, selaku Co-Founder dan Group CEO Kenangan Brands.
Gerai ini menunjukkan bagaimana ruang komersial dapat dirancang untuk mendukung keberlanjutan dan edukasi lingkungan.
Dengan menampilkan informasi tentang praktik ramah lingkungan secara interaktif, pengunjung dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung