INDOZONE.ID - Kalau dengar kata “croissant”, kebanyakan orang pasti langsung terbayang suasana kafe di Paris dengan aroma kopi dan roti yang baru matang.
Tapi siapa sangka, roti berlapis-lapis dengan bentuk bulan sabit ini ternyata bukan asli Prancis!
Kisahnya bermula pada akhir abad ke-17, tepatnya sekitar 1683, saat Kekaisaran Ottoman (Turki) mencoba menyerang Wina.
Baca juga: Daya Tarik Gudeg Pawon Jogja, Kelezatan Rasa Nggak Ada Lawan yang Bikin Rela Antre Tengah Malam
Konon, para pembuat roti di Wina bekerja sangat pagi, bahkan dini hari, saat sebagian besar penduduk masih tidur.
Mereka berada di ruang bawah tanah atau dapur yang dekat dengan permukaan tanah.
Karena suasana sepi dan senyap pada dini hari, para tukang roti ini mendengar suara-suara aneh dan aktivitas mencurigakan, seperti suara penggalian tanah atau gerakan pasukan di bawah tanah.
Setelah menyadari ada potensi ancaman, para tukang roti melaporkannya kepada penjaga kota atau membunyikan alarm, sehingga pasukan Austria bisa menggagalkan upaya penyusupan rahasia musuh.
Baca juga: Rawon Setan Embong Malang: Kuliner Surabaya yang Bikin Merinding Tapi Nagih
Berkat kewaspadaan mereka, serangan kejutan Ottoman bisa digagalkan, dan pengepungan berhasil dipatahkan.
Sebagai bentuk perayaan kemenangan dan sindiran terhadap musuh, para pembuat roti membuat roti baru yang dibentuk menyerupai bulan sabit, simbol pada bendera Kekaisaran Ottoman.
Roti itu disebut “kipferl” (bahasa Jerman untuk ‘bulan sabit’), yang kelak menjadi cikal bakal croissant.
Croissant versi Prancis baru muncul kemudian, saat Marie Antoinette, bangsawan Austria yang menikah dengan Raja Louis XVI, memperkenalkan kipferl ke istana Prancis.
Baca juga: 5 Tempat Makan Keluarga di Sawangan yang Nyaman dan Bikin Betah
Dari sinilah para koki kerajaan mulai mengembangkan resepnya, menggunakan teknik adonan berlapis khas Prancis (laminated dough), hingga akhirnya terciptalah croissant versi modern yang ringan, berlapis-lapis, dan renyah.
Jadi meskipun Prancis menyempurnakannya dan membuatnya terkenal, akar sejarahnya tetap dari Austria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Epicurious.com, Ice.edu