Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 APRIL 2025 • 15:58 WIB

Fakta Menarik Peyebab Makanan Jawa Tengah Rata-rata Manis, Ada Hubungannya dengan Tanam Paksa?

Fakta Menarik Peyebab Makanan Jawa Tengah Rata-rata Manis, Ada Hubungannya dengan Tanam Paksa?Ilustrasi makanan manis di Jawa (freepik.com)

INDOZONE.ID - Kalau ngomongin makanan dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, satu hal yang langsung kebayang adalah warna-warna cerah dan rasa manis yang nempel di setiap hidangan.

Mau itu lauk, minuman, atau bahkan sambal, gula selalu hadir sebagai bahan wajib yang bikin cita rasanya makin khas.

Fakta mengapa makanan Jawa Tengah manis

Tapi, sebenarnya dari mana sih kebiasaan makan manis ini berasal?

Sejarah kuliner Jawa rasa manis

Kalau kita balik ke masa lalu, dalam kisah Ramayana, Rama ternyata nggak cuma makan makanan manis, seperti yang dituturkan Youtube Kok Bisa?. Bahkan, di teks-teks Jawa kuno pun rasa manis belum begitu populer.

Dalam ajaran Hindu, memang sih rasa manis harus ada dalam tiap masakan, tapi nggak bisa sendirian—harus diimbangi dengan lima rasa lainnya biar harmonis.

Baca Juga: Alasan Kenapa Makanan Jawa dan Jogja Cenderung Manis, Jadi Simbol Kehidupan?

Terus, kenapa sekarang makanan Jawa Tengah identik dengan rasa manis? Jawabannya ada di masa penjajahan Belanda. 

Ada hubungannya dengan tanam paksa

Jadi ceritanya, waktu itu Belanda lagi kekurangan duit gara-gara perang di dua lokasi berbeda.

Untuk menutupi kerugian, seorang Gubernur Jenderal memberlakukan tanam paksa. Sawah-sawah yang tadinya buat padi diubah jadi ladang tebu buat ekspor ke Eropa.

Fakta Menarik Peyebab Makanan Jawa Tengah Rata-rata Manis, Ada Hubungannya dengan Tanam Paksa?Salah satu menu nusantara di restoran Aroma Rasa di Klaten, Jawa Tengah.

Dampaknya, rakyat kehilangan makanan pokoknya dan jadi kelaparan. Akhirnya, mereka beradaptasi dengan memanfaatkan air perasan tebu buat masak. Lama-lama, lidah masyarakat jadi terbiasa sama rasa manis, dan kebiasaan ini terbawa sampai sekarang.

Inisiatif Keraton Solo

Bahkan, setelah tanam paksa dihentikan, produksi gula tetap jalan terus. Swasta Belanda dan pihak Keraton Solo serta Yogyakarta ikut ambil alih pabrik gula, dan bisnis ini bikin mereka makin kaya.

Seiring waktu, interaksi antara Keraton dan Belanda makin intens. Dari sini juga muncul inspirasi kuliner baru.

Salah satu contohnya adalah Selat Solo, alias Bistik Jawa. Ini tuh versi lokal dari steak ala Eropa, tapi dengan cita rasa yang lebih manis dan sedikit asam dari mustard serta cuka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kok Bisa Channel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta Menarik Peyebab Makanan Jawa Tengah Rata-rata Manis, Ada Hubungannya dengan Tanam Paksa?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!