INDOZONE.ID - Kabupaten Bogor, dengan kekayaan budaya dan sumber daya alamnya, memiliki beragam sajian khas yang lahir dari proses sejarah dan interaksi budaya.
Salah satunya adalah laksa Bogor, hidangan tradisional yang menjadi simbol identitas lokal dan bukti kekayaan kuliner daerah.
Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki identitas budaya lokal yang khas.
Laksa di Indonesia merupakan hidangan hasil perpaduan budaya kuliner Tionghoa dan tradisi lokal Nusantara.
Sebagai salah satu kuliner khas peranakan, laksa mencerminkan interaksi budaya antara pedagang Tionghoa dan masyarakat lokal.
Komunitas peranakan ini membawa identitas mereka ke dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk makanan, yang kemudian beradaptasi dengan bahan-bahan lokal seperti cabai dan santan.
Baca Juga: Meski Tergerus oleh Zaman, Pedagang Laksa di Cikarang Ini Tetap Bertahan
Dalam "Tastes of hybrid belonging: Following the laksa trail in Katong, Singapore', J Duruz menyebutkan bahwa komunitas peranakan membawa identitas mereka yang tercermin dalam gaya berpakaian, arsitektur, makanan, serta afiliasi politik.
Nama "laksa" juga masih menjadi perdebatan. Ada teori yang menyebutkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Kanton liet’sa, yang berarti "pasir berbumbu," merujuk pada tekstur kuah laksa yang sering dicampur ebi bubuk.
Adapun dalam tulisannya bertajuk "Indonesian Traditional Culinary Icons" (2013), Winarno menyatakan bahwa laksa berasal dari bahasa India laksah, yang berarti bihun, mengacu pada salah satu komponen utama dalam hidangan ini.
Laksa Bogor memiliki sejarah yang panjang hingga masa kerajaan di Jawa Barat. Saat itu, laksa dibuat sebagai santapan istimewa bagi keluarga kerajaan.
Resepnya dirahasiakan dan hanya diwariskan kepada orang-orang terpilih dalam lingkaran istana.
Di Kabupaten Bogor, laksa menjadi salah satu kuliner khas yang sangat digemari.
Salah satu laksa yang sangat populer di Kabupaten Bogor adalah laksa Cihideung, yang sering dijajakan dengan cara berkeliling.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemdikbud.go.id