Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 NOVEMBER 2024 • 14:20 WIB

Bukan Sekedar Makanan, Ini Makna Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Bukan Sekedar Makanan, Ini Makna Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat JawaNasi tumpeng (Frepik/odua)

INDOZONE.ID - Tumpeng adalah manifestasi dari filosofi kehidupan masyarakat Jawa yang mendalam.

Dengan bentuknya yang menyerupai gunung, tumpeng mengandung pesan-pesan luhur tentang perjalanan hidup, spiritualitas, hingga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam.

Tumpeng lebih dari sekadar nasi kerucut dengan lauk-pauk. Ia adalah warisan leluhur yang kaya dengan makna, menyimpan pesan yang mendalam.

Berikut adalah makna tumpeng dalam kehidupan masyarakat Jawa, karena ia bukanlah sekedar makanan.

Lambang Kehidupan dan Keselarasan dengan Alam

Tumpeng yang berbentuk kerucut tak dipilih sembarangan. Dalam kepercayaan Hindu, gunung merupakan simbol alam raya yang sakral, tempat kediaman para dewa, dan menjadi pusat spiritual yang menghubungkan manusia dengan alam semesta.

Dalam budaya Jawa yang telah mengadopsi dan mengakulturasi nilai-nilai Islam, gunung dalam bentuk tumpeng pun tetap memiliki arti serupa: sebuah perjalanan spiritual menuju kesempurnaan hidup.

Bentuk kerucut itu ibarat anak tangga yang harus dilalui oleh setiap manusia, dari titik terendah hingga puncak tertinggi dalam hidup.

Di sekeliling tumpeng, hidangan berupa sayuran, lauk, dan urap, turut menjadi bagian tak terpisahkan.

Baca Juga: Jangan Asal! Begini Cara Eksekusi Tumpeng yang Tepat Menurut Chef Desi MasterChef

Setiap lauk pada tumpeng melambangkan elemen-elemen ala. Daging, telur, hingga sayuran hijau, melambangkan keseimbangan dan ketergantungan manusia terhadap hasil bumi.

Inilah simbolisasi yang kaya akan makna, bahwa dalam setiap keberhasilan yang diraih, manusia tetap harus berterima kasih pada alam yang menyediakan.

Tidak mengherankan, saat mengadakan tumpengan, orang Jawa sering kali berdoa dan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan melalui alam.

Tumpeng Simbol Rasa Syukur dan Kebersamaan

Bagi masyarakat Jawa, tumpeng bukan sekadar hidangan istimewa dalam upacara tradisional.

Tumpengan adalah bentuk nyata dari rasa syukur, cara untuk berterima kasih atas nikmat hidup, rezeki, kesehatan, dan keselamatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Sejarah Kebudayaan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Sekedar Makanan, Ini Makna Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!