Ketika perayaan hari-hari tertentu seperti ulang tahun atau syukuran, biasanya akan ditemui hidangan nasi tumpeng. Yang biasa dinikmati bersama-sama, dengan ragam lauk yang menghiasi di sekitar nasi yang dibentuk tersebut. Pada kesempatan kali ini, INDOZONE akan mengulas tentang Nasi Tumpeng Hidangan dengan Makna Filosofis.
Tumpeng merupakan hidangan nasi yang disajikan dengan dicetak berbentuk kerucut, dengan aneka lauk yang ditata rapih di sekitar nasi tersebut. Biasanya tumpeng disajikan di atas sebuah tampah, yakni sebuah wadah berbentuk bundar dan terbuat dari anyaman bambu. Biasanya tumpeng dibuat untuk perayaan hari-hari tertentu, seperti perayaan ulang tahun, syukuran, atau pembukaan acara.
Nasi tumpeng sendiri bukan hanya sekedar hidangan yang disusun, namun memiliki makna filosofis tersendiri. Dari segi penamaan, kata 'Tumpeng' sendiri merupakan kependekan dari "Yen metu kudu sing mempeng", yang berarti "Kalau keluar harus bersungguh-sungguh". Maksudnya adalah setiap apapun yang hendak dilakukan atau dipilih harus dengan sungguh-sungguh, agar hasil yang akan diperoleh akan maksimal nantinya.
Pernah makan sajian nasi tumpeng? Ada berapa jenis lauk yang ditata di sekitar nasinya? Biasanya nasi tumpeng disusun dengan beragam macam jenis lauk, biasanya berjumlah 7 macam. Jumlah 7 tersebut memiliki makna "Pitulungan" yang berarti "Pertolongan", diambil dari Bahasa Jawa "Pitu" yang berarti "Tujuh".
Ada beragam jenis lauk yang biasa disajikan bersama nasi tumpeng, di antaranya adalah:
Ada beberapa jenis nasi yang digunakan untuk nasi tumpeng, antara lain:
Wah, kalau kamu suka lauk apa nih guys pas makan tumpeng? Jangan lupa untuk selalu ikuti berita maupun artikel menarik lainnya, hanya di INDOZONE.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: