Es pisang ijo. (Z Creators/Andi Ukki)
INDOZONE.ID - Panas terik ditengah musim kemarau seperti sekarang ini sangat pas jika menyantap yang segar-segar. Seperti jajanan primadona di Sulawesi Selatan satu ini, namanya es pisang ijo.
Sesuai namanya, sajian ini berbahan dasar pisang yang dibalut dengan adonan tepung berwarna hijau. Untuk pewarna hijau dari campuran air dengan daun pandan.
Penyajiannya sederhana, Pisang Ijo dipotong-potong bulat yang disajikan dengan bubur sumsum. Kemudian ditambahkan es serut, diguyur sirop merah dan susu kental manis menjadi pelengkap kesegaran jajanan ini.
Pisang ijo ini memberikan cita rasa manis, gurih, dan legit saat disantap. Tekstur kulit pisang raja dibalut adonan hijau yang kenyal dan tidak mudah hancur menjadi kunci kenikmatan kudapan tersebut.
Sebagai salah satu makanan khas Bugis-Makassar, pisang ijo memiliki sejarah hingga filosofi. Pisang ijo terdiri atas dua kata yaitu pisang dan ijo.
Kata pisang diambil karena kue ini berbahan dasar pisang, sedangkan kata ijo merupakan warna kulit pisang yang hijau karena sari daun pandan.
Es pisang ijo. (Z Creators/Andi Ukki)
Pisang Ijo mulai dikenal pada abad ke-17. Awalnya, kue pisang ini merupakan eksperimen masyarakat Bugis-Makassar.
Filosofi yang tersirat dari sajian pisang ijo, adonan warna hijau yang digunakan sebagai pembungkus pisang berkaitan dengan akulturasi kebudayaan dan kepercayaan.
Hijau merupakan warna bangsawan khususnya bagi masyarakat Bugis-Makassar. Setelah terjadi akulturasi Bugis-Makassar dan Islam, warna hijau dianggap warna surga.
Sementara itu, bentuk pisang ijo sesuai besaran pisang disimbolkan sebagai kelaki-lakian. Sedangkan kulit pisang hijau sebagai sarung.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators