Cara membedakan madu asli dan palsu. (Magnific)
INDOZONE.ID - Madu merupakan salah satu bahan alami dengan segudang manfaat untuk tubuh. Dengan rasa manisnya, madu pun jadi favorit banyak orang. Madu dikenal sebagai bahan alami yang punya keunggulan sebagai pemanis lebih baik ketimbang gula putih.
Selain itu, madu juga punya khasiat untuk menyembuhkan luka. Dengan efek osmotik tinggi, madu menghambat pertumbuhan bakteri, serta mengandung hidrogen peroksida yang bantu penyembuhan tanpa rusak jaringan.
Cara membedakan madu asli dan palsu. (Magnific)
Namun, tidak semua madu di pasaran asli. Oknum nakal juga menjual madu palsu yang kerap menipu orang-orang.
Lalu, bagaimana cara membedakan madu asli dan palsu? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Baca juga: Resep Ayam Bakar Madu yang Lezat, Empuk, dan Manis
Pertama, kamu bisa meneteskan madu ke dalam air. Cukup setetes kamu bisa tahu keaslian madu yang baru saja dibeli.
Jika tetesan tersebut tidak tercampur air dan terjatuh ke dasar wadah, madu tersebut asli. Jika sebaliknya, madu tersebut diduga palsu atau campuran.
Kamu juga bisa menggunakan korek api kayu untuk tahu keaslian madu. Bagaimana caranya?
Kamu bisa menggesekkan ujung korek api yang sudah dilumuri madu untuk menyalakannya. Jika api menyala, madu tersebut asli atau murni. Apabila korek api tersebut tidak menyala, madu tersebut diduga palsu atau campuran.
Selanjutnya, kamu bisa menggunakan freezer untuk tahu madu milikmu asli atau palsu. Jika madu tidak membeku setelah beberapa lama di dalam freezer, itu asli. Sebeliknya, jika membeku, madu kamu ada campurannya atau palsu.
Cara keempat adalah menggunakan kertas. Teteskan madu ke atas kertas, lalu robeklah. Jika kertas tidak mudah dirobek, madu tersebut asli.
Baca juga: Gurih Manis! Ini Cara Membuat Iga Bakar Madu yang Empuk
Bagaimana jika sebaliknya? Madu kamu sudah ada campuran atau palsu apabila kertas mudah dirobek setelah diteteskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hypermart, Kemenkes