Ilustrasi lontong dan ketupat (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Lontong dan ketupat merupakan hidangan pokok yang sering mendampingi menu khas Indonesia seperti sate atau opor ayam. Makanan ini biasanya sering ditemukan saat lebaran.
Namun, karena memiliki kandungan air yang tinggi dan tekstur lembut, baik lontong maupun ketupat sangat rentan basi, berlendir, atau berbau jika tidak ditangani dengan benar
Berikut adalah langkah-langkah dan teknik penyimpanan yang efektif agar lontong atau ketupat tahan lama.
Baca juga: Lontong Cap Go Meh, Hidangan Imlek yang Bikin Perut Kenyang dan Hoki Mengalir
Kunci utama agar lontong atau ketupat tahan lama dimulai segera setelah proses memasak selesai:
Tiriskan dan Angin-anginkan: Jika lontong atau ketupat sudah matang, segeralah tiriskan dan jangan biarkan dingin di dalam air rebusan karena akan membuatnya cepat basi. Gantungkan ketupat agar sisa air menetes keluar sepenuhnya.
Hilangkan Lendir: Anda dapat menyiram lontong atau ketupat yang baru matang dengan air dingin yang sudah dimasak untuk menghilangkan lendir di permukaannya, lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
Pastikan Sudah Dingin: Jangan menyimpan lontong atau ketupat saat masih panas atau hangat. Uap panas yang terperangkap akan menciptakan kelembapan berlebih yang memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
Pemilihan tempat penyimpanan bergantung pada kapan hidangan tersebut akan dikonsumsi:
Penyimpanan Suhu Ruang (Tahan 1-2 Hari):
Penyimpanan di Kulkas/Chiller (Tahan 3-9 Hari):
Penyimpanan di Freezer (Tahan 1-2 Bulan):
Baca juga: Mengenal Tepung Hunkwe: Asal-Usul, Rahasia Tekstur Kenyal, dan Ragam Olahannya
Agar tekstur lontong atau ketupat kembali lembut dan nikmat:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan