Buah alpukat yang kaya akan manfaat. (Pexels)
INDOZONE.ID - Si hijau lembut yang satu ini udah jadi favorit banyak orang — mulai dari topping roti, campuran salad, sampai bahan utama guacamole.
Tapi di balik popularitasnya, ternyata masih banyak banget mitos soal alpukat yang bikin orang salah paham. Yuk, kita luruskan satu per satu!
Banyak yang percaya kalau naruh biji alpukat di tengah mangkuk guacamole bisa bikin warnanya nggak cepet cokelat.
Sayangnya, itu cuma mitos. Guacamole berubah warna karena oksidasi — reaksi alami saat alpukat ketemu udara. Biji alpukat nggak bisa menghentikan proses itu.
Baca juga: Resep Lotus Biscoff Cappuccino Pudding, Dessert Cantik Ala Kafe Cuma dari Dapur Rumah
Kalau mau guacamole kamu tetap hijau lebih lama, coba trik ini:
Tambahin perasan air jeruk nipis atau lemon biar oksidasinya melambat.
Kalau mau disimpan agak lama, tutup permukaannya pakai air atau susu cair tipis-tipis dan simpan di kulkas.
Pas mau dimakan, tinggal buang cairannya dan aduk pelan — hasilnya tetap segar!
Justru kebalikannya! Alpukat itu sahabat pencernaan, bukan musuhnya.
Dalam sepertiga buah alpukat ukuran sedang, ada sekitar 3 gram serat — itu udah 11% dari kebutuhan serat harian kita.
Baca juga: No Guilt Dessert! Resep Bolu Pandan Cokelat Sehat Tanpa Gula, Tetap Lembut & Enak Parah
Serat bantu makanan bergerak lancar di usus dan bikin sistem pencernaan tetap sehat. Jadi kalau kamu pengin BAB lancar, rajin makan alpukat bisa jadi solusi alami yang enak.
Oke, memang alpukat tinggi lemak dibanding buah lain. Tapi tenang dulu — lemak di alpukat itu lemak baik!
Sebagian besar kandungan lemaknya adalah lemak tak jenuh tunggal, yang justru bantu nurunin kolesterol jahat dan menjaga kesehatan jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Avocadosfrommexico.com