Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 21:04 WIB

Berkunjung ke Coffee Shop di Alam Sutera Desainnya dari Bahan Daur Ulang Plastik

Berkunjung ke Coffee Shop di Alam Sutera Desainnya dari Bahan Daur Ulang PlastikIlustrasi ampas kopi jadi nutrisi bumi. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2023 industri makanan dan minuman menyumbang sekitar 26% dari total emisi gas rumah kaca (GRK) global. Di Indonesia sendiri, sampah kemasan kopi sekali pakai diperkirakan mencapai 1,2 juta ton setiap tahun.

Data ini menjadi pengingat bahwa transformasi perlu dimulai dari para pelaku sekaligus pengguna industri itu sendiri.

Sebagai langkah awal, Kopi Kenangan memperkenalkan konsep gerai ramah lingkungan di Alam Sutera, menandai langkah penting dalam upaya perusahaan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kopi Gula Aren yang Kekinian, Simpel tapi Bikin Ngena di Hati!

Hadirnya gerai ini juga jadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan mewujudkan target dari gerai tersebut agar menjadi perusahaan yang sustainable sekaligus profitable pada tahun 2030.

Gerai ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. 

Lantas, seperti apa upaya perusahaan tersebut dalam menerapkan indikator keberlanjutan? Simak selengkapnya di bawah ini.

Pengurangan dan Pengolahan Sampah

Berkunjung ke Coffee Shop di Alam Sutera Desainnya dari Bahan Daur Ulang PlastikIparman Oesman dan Inneke Lestari. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) 

Di Kopi Kenangan Alam Sutera, dilakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, serta upaya daur ulang untuk mengurangi limbah. Ampas kopi diolah menjadi kompos dan pakan ternak, sementara gelas plastik dan kantong spunbond bekas dikumpulkan untuk didaur ulang.

Inisiatif di gerai ini diestimasikan bisa mengalokasikan lebih dari 9.6 ton sampah (8.640 kg sampah organik dan 960 kg sampah anorganik) dari tempat pembuangan akhir (TPA) dalam satu tahun, atau setara dengan 1 truk pengangkut sampah penuh.


Hal tersebut dirancang untuk efisiensi energi dengan memanfaatkan pencahayaan alami dan peralatan hemat energi. Penggunaan lampu LED, sensor gerak, dan pengaturan suhu AC yang efisien membantu mengurangi konsumsi energi. 

Selain itu, mesin kopi dimatikan saat aktivitas sepi, sehingga menghemat listrik sebesar 30.513 kWh per tahun dan mengurangi emisi CO₂e sebesar 26 ton per tahun.

Kemasan Daur Ulang

Selain itu, di gerai Alam Sutera juga menggunakan kemasan dengan sertifikat daur ulang, memilih sumber produk lokal untuk mengurangi emisi karbon, serta memastikan bahan baku dan perlengkapan serta peralatan yang digunakan bebas dari bahan kimia berbahaya. 

Beberapa furniture di gerai ini seperti bangku, meja, dan lampu dibuat dari 546 kg bahan daur ulang sampah plastik atau setara dengan 45.500 gelas plastik Kopi Kenangan Mantan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Berkunjung ke Coffee Shop di Alam Sutera Desainnya dari Bahan Daur Ulang Plastik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!