INDOZONE.ID - Makanan yang kita nikmati hari ini ternyata punya akar sejarah panjang, ada beberapa hidangan tradisional Nusantara dulunya disajikan khusus untuk para raja dan bangsawan. Sekarang, kita bisa mencicipinya sambil menelusuri jejak budaya yang melekat di setiap rasa.
Berikut 4 kuliner tradisonal Kerajaan Nusantara yang masih eksis hingga saat ini:
Baca juga: Banyuwangi Jadi Rujukan Lampung Selatan untuk Bangun Wisata Berdaya Saing Tinggi
Berawal dari dapur Keraton Solo dan Sunda, nasi liwet dulunya disajikan dalam upacara adat dan bancakan. Nasinya gurih karena dimasak dengan santan dan rempah, disajikan dengan sayur labu, telur, ayam suwir, dan sambal dengan filosofi yakni Kebersamaan dan kesederhanaan.
Semur daging kacang khas Kraton Yogyakarta. Rasanya kaya rempah dengan sentuhan manis dan gurih. Dulu hanya disajikan untuk keluarga kerajaan, kini jadi hidangan favorit banyak orang di warung tradisional.
Berbeda dari gule biasa, versi keraton ini lebih halus, rempahnya kompleks: kapulaga, pala, dan kayu manis. Dulu jadi menu resmi istana, kini bisa dinikmati di beberapa rumah makan khas Jogja.
Baca juga: 8 Pulau Baru di Jakarta, Asyik Buat Healing Bareng Keluarga
Asal Bali, dulunya disajikan untuk upacara adat dan persembahan. Ayam utuh dibumbui lengkap lalu dimasak dalam daun pisang hingga harum dan empuk. Sekarang jadi kuliner khas Bali yang dicari wisatawan.
Gempuran makanan modern dibaliknya ada kuliner tradisional yang masih bertahan, mereka membuktikan bahwa rasa lahir dari sejarah yang akan mempunyai tempat di hati.
Kuliner bukan sekadar soal kenyang, ia adalah jendela waktu yang membawa kita menelusuri jejak leluhur. Lewat sepiring nasi liwet, semangkuk brongkos, atau ayam betutu yang kaya rempah, kita tidak hanya menikmati rasa, tapi juga meresapi warisan budaya yang tak ternilai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dailyasia